Anthrax Datang, Buruh Pemotong Sapi Bingung Cari Makan

Anthrax Datang, Buruh Pemotong Sapi Bingung Cari Makan

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 12:36 WIB
Makassar - Penutupan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tamangapa, Makassar, lantaran merebaknya bakteri anthrax, membuat para pengusaha ternak dan buruh di RPH mengeluh. Mereka pun mendatangi kantor DPRD Makassar, Jl Andi Pettarani, Senin (28/11/2005). Sekitar 30 pengusaha dan buruh RPH mendatangi gedung wakil rakyat di Makassar sejak pukul 10.30 Wita. Mereka memrotes penutupan sementara RPH yang telah berlangsung sejak 5 hari. "Sejak RPH ditutup, kami tidak mendapat penghasilan. Kami mau kasih makan apa anak dan istri saya," ujar Tahir Lalla, seorang buruh pemotong ternak. Menurut Tahir, penutupan RPH sangat merugikan para buruh. Karena menutup RPH sama saja dengan menghilangkan lapangan kerja mereka. "Memang hanya sementara, tapi kami tetap perlu makan," keluhnya. Sebelum ditutup, Tahir biasa mengantongi duit Rp 50 ribu per hari dari hasil memotong ternak. "Tiap kerbau dan sapi dihargai Rp 5 ribu per ekor," ungkap Tahir. Dalam setiap malam, Tahir biasanya memotong sapi dan kerbau sebanyak 10 hingga 15 ekor. Sejak RPH ditutup pada Kamis lalu (24/11/2005), Tahir tak berpenghasilan lagi. Beruntung, majikannya tetap memberinya upah. "Untung bos saya kasih uang Rp 35 ribu per hari. Tapi saya tidak tahu apakah pemberian itu terhitung sebagai utang atau tidak," terangnya. Bukan hanya Tahir, Madi daeng Kallu, yang juga buruh pemotong ternak, juga punya keluhan serupa. "Saya malah tidak punya penghasilan sama sekali sekarang," katanya sedih. Para pemotong ternak ini akhirnya diterima oleh Komisi B DPRD Makassar sekitar pukul 11.30 Wita. Setelah mendengar aspirasi para pemotong ternak, Muchtar Juma, ketua tim penerima aspirasi, akhirnya berjanji untuk mengupayakan agar RPH Tamangapa segera dibuka kembali. Penutupan RPH Tamangapa ini berdasarkan imbauan Menteri Pertanian, Anton Priyanto beberapa waktu lalu ketika berkunjung di tempat ini. Penutupan sementara ini selama sebulan, dimaksudkan untuk mencegah semakin merebaknya anhtrax menyangkiti hewan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads