3 Perawat RSUD Tarakan Disanksi karena Candaan Virus Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 22:23 WIB
virus corona di sidoarjo
Ilustrasi perawat yang menggunakan APD saat tangani pasien. (Foto: Suparno)
Jakarta -

Sebanyak tiga perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan diajukan ke Komite Etik Hukum untuk diberi sanksi terkait candaannya mengenai infeksi virus Corona. Ketiganya adalah perawat yang fotonya menggunakan alat pelindung diri (APD) menyebar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp di Tarakan dan sekitarnya.

"Saya sangat menyesal karena hal ini dianggap bercanda, saya minta yang menyebarkan diajukan ke Komite Etik Hukum, ancamannya paling berat dipecat," kata Direktur Utama RSUD Tarakan Hasbi Hasyim di Tarakan seperti dilansir Antara, Selasa (28/1/2020).

Foto yang tersebar oleh tiga perawat tersebut sudah menimbulkan keresahan di Tarakan, khususnya, dan Kalimantan Utara (Kaltara), pada umumnya. Ketiganya bercanda soal penanganan pasien terinfeksi virus Corona. Hasil pemeriksaan terhadap pasien yang masuk RSUD Tarakan ternyata negatif Corona.

"Ini sisi negatifnya media sosial, saya sudah kumpulkan. Bagian UGD dan laboratorium sebenarnya untuk saling mengingatkan untuk hati-hati, tapi (foto) ke luar," kata Hasbi.

Dia juga meminta maaf atas nama pribadi dan institusinya kepada pasien dan keluarga pasien.

"Saya selalu mengingatkan, bahkan dua minggu lalu berpesan agar bijak di media sosial," kata Hasbi.

Guna mengantisipasi bila ada penumpang yang terdeteksi infeksi virus Corona, segera dilakukan evakuasi menuju RSUD Tarakan. RSUD Tarakan saat ini memiliki empat tempat tidur di ruang isolasi.

(azr/azr)