MPR Serap Masukan Akademisi UPR soal Amandemen UUD 1945

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 22:20 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menyambangi Universitas Palangka Raya (UPR), Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Syarief meminta masukan dan pendapat dari akademisi UPR sejauh mana pentingnya melakukan amandemen UUD NRI Tahun 1945.

Sebab, menurut Syarief, amandemen UUD NRI menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga MPR perlu melakukan komunikasi dengan rakyat.

"Rakyat yang menentukan," ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Selasa (28/1/2020).

Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan dosen, dekan, kepala jurusan, dan perwakilan mahasiswa itu, Syarief menegaskan salah satu bentuk komunikasi dengan rakyat untuk meminta pendapat dan masukan terkait wacana amandemen, membuat MPR menyambangi kampus-kampus di Indonesia.

"Mengapa MPR mengunjungi kampus-kampus. Karena kampus merupakan salah satu think tank," ucap Syarief.

Untuk itulah dirinya tekun meminta masukan dan pendapat dari kampus-kampus. "Saya berharap civitas akademika UPR bisa memberi masukan hari ini maupun tertulis," harapnya.

Lebih lanjut Syarief menjelaskan keinginan untuk menghidupkan kembali GBHN karena ada masyarakat yang berpendapat pembangunan yang dilakukan saat ini tidak sinergis antara pemerintah pusat dan daerah. Pembangunan yang dilakukan antar pemerintah dan periode menjadi terputus. Sebenarnya dalam melakukan pembangunan terencana sudah ada payung hukumnya yakni lewat undang-undang namun undang-undang itu ada yang mengakui sangat lemah sehingga perlu payung hukum yang lebih kuat yang dituangkan dalam UUD.

Wacana terkait amandemen diakui Syarief menimbulkan dinamika, muncul hipotesa dan antitesa. Untuk itu semua pendapat dan masukan yang ada diharap dilakukan secara analisis.

"Untuk itu kedatangan kami ingin menggali masukan dan pendapat dari akademisi UPR," ujarnya.

Kampus dan pihak masyarakat lainnya menurutnya perlu dilibatkan dalam masalah ini. Syarief Hasan dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas saran, masukan, dan pendapat dari akademisi dan mahasiswa UPR.

"Semua masukan akan menjadi dokumen resmi MPR," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UPR Andrie Elia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Syarief Hasan yang datang ke kampus yang dipimpinnya. Kehadiran pimpinan MPR diharap membawa perubahan bagi UPR menjadi lebih baik dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

"Kampus ini masih memiliki keterbatasan namun kami tetap semangat dan pantang mundur," ujarnya.

(akn/ega)