Arman Akan Diambil Keluarga, Penjagaan RS Polri Masih Normal
Senin, 28 Nov 2005 11:48 WIB
Jakarta - Hingga pukul 11.00 WIB, Senin (28/11/2005) penjagaan di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, masih terlihat lengang, meskipun hari ini potongan tubuh Agus 'Arman' Puryanto akan diambil keluarganya.Kondisi ini jauh berbeda saat RS Polri kedatangan keluarga gembong teroris Dr Azahari. Saat itu pengawalan sangat ketat, mulai dari luar pagar hingga dalam gedung.Arman tewas bersama Azahari dalam penyergapan oleh polisi di Perumahan Flamboyan, Batu, Malang, Jawa Timur. Arman meledakkan diri dengan bom hingga tubuhnya hancur berkeping-keping.Selain keluarga Arman, hari ini keluarga pelaku bom Bali II, Salik Firdaus, juga ada di Jakarta. Namun, jika keluarga Arman berniat mengambil potongan tubuh kader teroris itu, keluarga Salik justru sebaliknya. Mereka menyerahkan penguburan Salik kepada aparat kepolisian.Pengacara keluarga Salik Firdaus, Emi Klanawijaya di RS Polri, mengatakan, potongan tubuh Salik rencananya akan dimakamkan di Jakarta. Saat ini pihak keluarga yag diwakili dirinya sedang membuat surat pengantar dari RS untuk diajukan ke Bareskrim Mabes Polri sebagai surat izin pengambilan jenazah.Menurut Emi, pihak keluarga tidak mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi surat keterangan dari pihak RS. Selain minta surat keterangan, Emi juga menanyakan ukuran peti yang akan digunakan sebagai tempat jenazah Salik. "Ukurannya sekitar 70 cm-an karena hanya tinggal kepala dan kaki saja," kata dia.Salik Firdaus adalah warga Cikijing, Majalengka, Jawa Barat. Ia merupakan pelaku peledakan di Kafe Nyoman, Bali pada 1 Oktober lalu.
(umi/)











































