Helmy Yahya: Direksi TVRI Berupaya Damai, Anggota Dewas Malah Blok WA Saya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 16:24 WIB
helmy yahya
Foto: Helmy Yahya (instagram @helmyyahya)
Jakarta -

Eks Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya mengungkapkan jajaran Direksi TVRI telah berupaya mengambil jalan damai atau rekonsiliasi sebelum pemecatannya oleh Dewas TVRI. Namun, Helmy mengatakan nomor WhatsApp (WA) dia malah diblokir oleh salah seorang anggota Dewas TVRI dalam upaya rekonsiliasi itu.

Hal itu disampaikan Helmy Yahya saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi I, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Awalnya Helmy mengungkapkan surat pembelaannya yang ditolak oleh Dewas TVRI dan tak ada ruang komunikasi dengan Dewas TVRI.

"Saya tidak tahu apakah pembelaan saya dibaca atau tidak. Pembelaan saya ditolak, selesai. Saya resmi tidak lagi menjadi Dirut TVRI. Tidak ada hearing, tidak ada permintaan klarifikasi. Permintaan kami untuk berkomunikasi seperti arahan Komisi I DPR, Kominfo, BPK, Mensesneg, agar diselesaikan baik-baik tidak ada ruang," kata Helmy.

"Direksi mengupayakan mengatakan agar damai dan rekonsiliasi. Tidak pernah terjadi. Seorang anggota Dewas malah memblok WA saya agar saya tidak bisa berhubungan. Saya bilang apa adanya. Saya tidak tahu. Tahu-tahu saya resmi diberhentikan jadi Dirut," ucapnya.

Atas hal tersebut, Helmy berencana melakukan pembelaan. Salah satu pembelaan Helmy ada dengan menempuh jalur hukum untuk nama baiknya.

"Saya akan melakukan pembelaan. Mungkin besok atau lusa saya akan melakukan gugatan melalui pengadilan, mungkin PTUN. Saya membela nama baik saya. Saya adalah seorang profesional. Saya sekarang adalah sekarang ketua ikatan alumni STAN. Saya tidak boleh cacat. Saya bela sampai kapanpun," tutur Helmy.

Dengan pembelaannya, Helmy tak ingin hal serupa terjadi pada Dirut TVRI selanjutnya. Selain itu dia juga ingin memperjuangkan hak para pegawai TVRI.

"Tujuan kedua, saya membela karena tidak ingin terjadi lagi. Karena gampang sekali seorang Direksi dengan PP (Peraturan Pemerintah Nomor) 13 itu diberhentikan. Tidak ada ruang komunikasi. Ini lagi bagusnya kita ini. Tapi saya tetap diberhentikan. Ketiga, saya untuk memperjuangkan pegawai TVRI yang haknya sekarang jadi question mark," imbuh Helmy.

Simak Video "Utang Rp 69 M TVRI untuk Liga Inggris di Balik Pemecatan Helmy Yahya"

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/gbr)