ADVERTISEMENT

Jaksa Sudah Komunikasi dengan Pengacara untuk Eksekusi Donny Saragih

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 14:35 WIB
Donny Andy Saragih, Dirut baru TransJakarta (Dok. TransJakarta)
Mantan Dirut TransJ Donny Andy Saragih (Dok. TransJakarta)
Jakarta -

Donny Andy S Saragih, terpidana kasus penipuan, belum juga datang untuk menjalani eksekusi. Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat Nur Winardi menyebut sudah menjalin komunikasi dengan pengacara untuk eksekusi mantan Direktur Utama TransJakarta (Dirut TransJ) itu.

"Sudah berkomunikasi dengan penasihat hukum, penasihat hukum mau menghadirkan, saat ini belum (datang)," ujar Nur Winardi saat dihubungi detikcom, Selasa (28/1/2020).

Nur Winardi mengatakan saat ini tim jaksa eksekutor telah bergerak untuk mencari dan menjemput Donny Saragih. Menurutnya, eksekusi terhadap Donny harus segera dilakukan.

"Tapi tim kami juga bergerak, artinya tidak perlu ada panggilan karena memang eksekusi harus segera dilakukan," katanya.

Nur Winardi menyebut rencananya Donny Saragih akan dieksekusi di rumah tahanan (Rutan) Salemba. "Rencana Salemba," katanya.

Sebelumnya, Donny mengaku sedang berkonsultasi dengan penasihat hukumnya. Dia mengklaim kooperatif dengan pihak kejaksaan.

"Saya akan konsultasi dengan lawyer dulu. Yang tahu kan lawyer, tapi intinya kita kooperatif kepada kejaksaan," ucap Donny.

Dilihat detikcom, kasus Donny tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut 'turut serta melakukan penipuan berlanjut' sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Pada 15 Agustus 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis 1 tahun penjara serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota. Jaksa penuntut umum Priyo W kemudian mengajukan permohonan banding. Hasilnya, pada 12 Oktober 2018, Pengadilan Tinggi DKI menerima banding JPU dan menguatkan putusannya serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Tak terima, Donny dan Andi kemudian mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak permohonan kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing 2 tahun.

Simak Video "Anies Ingin Integrasikan KRL-TransJ di Kebayoran"

[Gambas:Video 20detik]

(fas/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT