Pesantren Mujahidin Dibakar, 12 Orang Tak Dikenal Diperiksa

Pesantren Mujahidin Dibakar, 12 Orang Tak Dikenal Diperiksa

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 11:12 WIB
Ambon - Pasca pembongkaran dan pembakaran Pondok Pesantren Al Mujahidin pimpinan Ustad Batar di Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, Minggu (27/11/2005) dinihari, 12 orang tak dikenal yang diduga jaringan teroris diperiksa Polres Maluku Tengah.Dua belas orang tanpa identitas ini diduga anak buah Ustad Batar yang tinggal di Pondok Pesantren Mujahidin. Selain melakukan pengajian, mereka juga melakukan latihan perang untuk jihad. Warga desa Haya resah terhadap aktivitas pesantren ini dan kemarahan mencapai puncaknya pada Sabtu (26/11/2005) lalu. Masyarakat kemudian membongkar dan membakar Pesantren Mujahidin dan sejumlah tempat pengajian lainnya."Aksi pembakaran ini dilakukan seluruh warga masyarakat Haya dan tidak ada satu pun warga yang bisa menghentikannya. Masyarakat mendukung sepenuhnya aksi pembakaran, hampir seluruh warga terlibat. Warga sudah lama resah dengan operasional pesantren ini," kata Abidin Manakule, salah satu warga yang dihubungi detikcom via telepon satelit, Senin (28/11/2005).Sebelumnya, lanjut Abidin, masyarakat Haya sudah mengusir para pendatang yang tidak memiliki identitas tersebut dari Desa Haya. "Kita sudah bersabar. Tapi setelah ada kasus mereka membakar Villa Karaoke, warga marah dan ganti membakar Pondok Pesantren Mujahidin," ujarnya.Terkait kasus ini, Kapolda Maluku Brigjen Pol Adityawarman saat dikonfirmasi detikcom di kantor Gubernur Maluku, Jalan Pattimura Ambon mengatakan bahwa sebenarnya sudah jauh hari sebelum penangkapan terhadap 12 orang tak dikenal di Pesantren Mujahidin, warga Desa Haya sudah memiliki bibit konflik dengan tempat pengajian itu. "Mereka yang berada di pesantren, selain mengaji juga latihan perang untuk berjihad," ujarnya.Saat ini 12 orang tanpa identitas ini sedang diperiksa intensif. Identitas ke-12 orang ini akan dikoordinasikan ke Polda-polda di wilayah Indonesia Timur, Bali dan Jakarta untuk mengetahui apakah mereka termasuk jaringan teroris. "Kita juga akan kirim nama-nama mereka ini ke Mabes Polri," ujar Kapolda. (jon/)


Berita Terkait