Terlalu Mahal, Pakistan Berencana Potong Biaya Haji 2020

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 10:01 WIB
Lautan manusia berkumpul di depan Kakbah, yang menjadi kiblat umat muslim dunia. Mereka memanjatkan berdoa dan mengejar berkah langsung di depan kakbah.
Foto: Ardhi Suryadhi/Terlalu Mahal, Pakistan Berencana Potong Biaya Haji 2020
Jakarta -

Kementerian Urusan Agama Pakistan berencana memotong biaya haji 2020 karena terlalu mahal. Pemotongan diakibatkan turunnya nilai mata uang Rupee Pakistan (Rs) dan pajak yang tinggi, hingga biaya haji 2020 terasa lebih mahal.

"Biaya haji nanti akan diputuskan dalam rapat dengan lembaga nasional urusan agama pada 3 Februari 2020. Rapat akan mempertimbangkan semua aspek dalam biaya haji 2020," kata anggota lembaga nasional urusan agama Muhammad Iqbal Khan dikutip dari Arab News.

Khan berharap rapat memutuskan yang terbaik untuk jamaah haji dan keuangan negara. Sebelumnya perwakilan Kementerian Urusan Agama Pakistan telah mengatakan kemungkinan pemotongan biaya haji pada standing committee Urusan Agama dan Harmoni Antar Keyakinan.

Penurunan nilai Rs terjadi pada hampir semua mata uang asing, termasuk Dolar Amerika dan Riyal Saudi. Pada 2019, 1 Riyal Saudi setara 39 Rs yang menjadi Rs 41,21 pada 2020. Kondisi ini diperparah dengan besarnya pajak yang ditetapkan pemerintah Saudi.

Sebanyak 179 ribu jamaah Pakistan dijadwalkan menunaikan haji tahun 2020. Masyarakat Pakistan memang sudah menabung dalam paket biaya haji yang menjadi program pemerintah. Namun pemerintah masih harus mengeluarkan biaya tambahan 20 persen lebih besar dibanding 2019, yang setara 743 Dolar Amerika per jamaah haji atau sekitar Rs. 115 ribu.

Khan mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk menurunkan biaya haji dalam rapat yang akan dilakukan pada 3 Februari 2020. Salah satunya mendiskusikan masalah pajak yang terlalu besar dengan pemerintah Saudi. Rapat rencananya akan dihadiri Menteri Urusan Agama dan Harmoni Antar Keyakinan Noorul Haq Qadri serta pejabat terkait lainnya.

Biaya haji yang terlalu mahal dinilai menyulitkan umat Islam asal Pakistan yang ingin menunaikan haji. Akibatnya 179 ribu jamaah yang dijadwalkan berhaji kemungkinan ada yang batal, hingga jumlahnya makin berkurang dibanding tahun 2019 sebanyak 200 ribu orang.

"Paket biaya haji dari pemerintah adalah untuk calon jamaah yang menabung seumur hidup supaya bisa menunaikan haji. Dengan biaya yang makin tinggi, maka semakin sulit akses masyarakat miskin Pakistan menabung untuk berhaji," kata Faisal Naeem yang merupakan pimpinan komite Travel & Tourism, Hajj & Umrah Karachi Chamber of Commerce and Industry (KCCI).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2