Ini Amalan dan Doa saat Virus Corona Merajalela

Lusiana Mustinda - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 05:46 WIB
ilustrasi berdoa
Amalan dan Doa saat Virus Corona Merajalela (ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Virus corona penyebarannya semakin meluas. Pada Senin (27/01), total kasus virus corona yang terkonfirmasi naik tajam, menjadi 2.744. Berdasarkan perhitungan nasional, jumlah orang yang terinfeksi meningkat 769.461 di antaranya berada dalam kondisi serius.

Virus yang bermula dari Wuhan, Hubei ini kemudian merebak ke wilayah China lainnya dan bahkan ke beberapa negara di luar China. Selain berusaha menjaga sistem imunitas, sebagai umat muslim ada juga doa dan amalan-amalan yang bisa dilakukan agar dilindungi Allah SWT dari segala macam penyakit.

Supaya terhindar dari berbagai penyakit, termasuk virus corona selain menjaga kesehatan tentu amalan dan doa. Dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 dalam hadist nomor 1484, diriwayatkan dari Anas RA, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam pernah membaca doa berlindung dari segala penyakit.

Berikut doanya:

Ini Amalan dan Doa saat Virus Corona MerajalelaFoto: Foto repro: Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 dalam hadits nomor 1484

"Wa an annas radhiyallahu anhu an nabiya shallahu allahi wasallam kana yaqulu, Allahumma innii a'uudzu Bika Minal Baroshi wal Junuuni wal Judzaami wa min Sayyi-il Asqoom".

Artinya: Dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallahu allahi wasallam mengucapkan doa: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.

Selain itu, umat muslim juga disarankan untuk membaca:

اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِ

Artinya :

"Ya Allah, sehatkanlah badan ku. Ya Allah sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau".

Bacalah doa tersebut sebanyak tiga kali setiap pagi hari dan sore hari.

Selain doa, salah satu amalan pencegah bencana ialah sholat Hajat. Virus atau penyakit ini juga dikatakan sebagai bencana.

Dikutip dalam buku "Menjemput Berkah Lewat: Shalat Hajat" oleh Abu Khansa Al-Harits, manusia memerlukan pertolongan Allah swt. Dari semua keadaan dari pengaduan atau pun harapan, Allah swt telah memerintahkan kita agar memohon pertolongan kepada-Nya melalui sholat.

Hal ini tergambar dalam firman-Nya:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya: "Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 45)

Sholat Hajat tidak hanya dilaksanakan saat kita dikaruniai rezeki, keturunan dan jodoh. Tetapi juga bisa dilakukan saat kita minta dihindarkan dari bencana, bahaya dan hal-hal lain yang merugikan.

Allah swt berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: "Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." (QS. Al-An'am [6]: 17)

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Artinya: "Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain) Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat." (QS An-Naml [27]:62).

Takdir buruk atau tidak baik yang sudah ditetapkan Allah di Lauhul Mahfuzh bisa diubah melalui doa. Sesuai dengan firman Allah swt:

سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."

(lus/erd)