Soal Jiwasraya, SBY Kenang Tak Takut Pansus Hak Angket Century

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 18:38 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Foto: SBY (Agung Pambudhy/detikcom)

SBY melanjutkan, oleh dunia, Indonesia dinilai berhasil meminimalkan dampak krisis global tahun 2008 dulu. Jadi, kata SBY, ada alasan yang sah, 'bail-out' Bank Century adalah solusi.

"Kalau kita kaitkan dengan jebolnya keuangan Jiwasraya sebesar 13,7 triliun rupiah saat ini, adakah alasan yang dapat diterima akal sehat mengapa itu terjadi? Inilah yang ingin diketahui oleh rakyat kita," ucap SBY.

Presiden ke-6 RI itu juga sangat yakin bahwa baik Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Boediono saat itu tak punya niat buruk. Tujuannya adalah agar ekonomi Indonesia selamat dari krisis dan itu yang dia usahaan dan ikhtiarkan siang dan malam sebagai presiden saat itu.

Perihal tuduhan ada aliran dana yang besar ke tim suksesnya, SBY saat itu mendorong audit oleh BPK. Terhadap pihak yang melemparkan fitnah kepada sejumlah nama, yang dituduh menerima dana Bank Century, juga SBY dorong untuk diselesaikan di mahkamah pengadilan.

"Saya berani 'menantang' siapapun yang memfitnah. Ini penting agar secara terbuka dapat diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar. KPK saya tahu juga sudah bekerja. Hasilnya, memang tak ada aliran dana apapun ke Tim Sukses SBY dan Partai Demokrat," kata SBY.

"Tak ada pula aliran dana Bank Century ke kantong saya. Itu haram. Saya ingin, baik melalui Pansus maupun jalur hukum semua proses dibuka, dan rakyat bisa mengikutinya. Kalau tidak, mungkin sampai sekarang masih ada yang menyangka ada korupsi dan aliran dana Bank Century ke tangan-tangan pihak yang berkuasa, termasuk ke jajaran Partai Demokrat," ucap SBY.

SBY ingin Indonesia menjalankan politik yang berkeadaban, tidak suka main tuduh, main fitnah dan 'character assassination'. Selama 10 tahun mengemban amanah, dia mengaku tak pernah henti menerima tuduhan, fitnah dan juga pembunuhan karakter.

"Sebagai manusia saya, dan juga almarhumah Ani Yudhoyono, sangat merasakan betapa menderita dan tidak adilnya perlakuan sebagian kalangan itu. Karenanya, saya menyeru janganlah cara-cara buruk itu terus kita jalankan di negeri ini. Tak perlu presiden-presiden setelah saya harus mengalami nasib yang sama," tutur SBY. Tulisan lengkap SBY bisa dilihat di sini:

Halaman

(gbr/fjp)