Direksi: Program Asing di TVRI Tak Sefantastis Laporan Dewas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 17:07 WIB
Gedung TVRI (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Foto ilustrasi: Gedung TVRI (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Direksi TVRI angkat bicara soal penayangan atau siaran program asing di TVRI. Menurut Direksi TVRI, jumlah siaran tak sefantastis yang disampaikan oleh Dewan Pengawasan (Dewas) TVRI.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Program dan Berita TVRI Apni Jaya Putra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Sebelumnya, Dewas TVRI menyoroti Discovery Channel hingga siaran Liga Inggris yang tak sesuai jati diri bangsa. Dewas mengkritik TVRI yang menayangkan Discorvery Channel saat banjir di tahun baru melanda banyak lokasi di Indonesia, juga menyoroti siaran Liga Inggris bisa memicu potensi gagal bayar seperti kasus Jiwasraya.

Apni Jaya Putra mengatakan penayangan program asing di TVRI sesuai amanat Dewas TVRI untuk menjadikan media kelas dunia.

"Selanjutnya Discovery dan program asing di TVRI, Dewas TVRI dalam visinya mengamanatkan menjadikan TVRI sebagai world class public broadcasting. Karenanya TVRI membuka hubungan lagi dengan internasional baik govenrment to government, maupun buisness to buisness," kata Apni.

Sesuai amanat tersebut, Apni mengatakan TVRI membuka lagi kerja sama dengan sejumlah televisi internasional. Dia menyebutkan sejumlah bentuk kerja sama.

"Langkah pertama adalah membuka lagi hubungan dengan Asia Pacific Broadcasting Union yang lama tidak aktif. Lalu business to business, TVRI membuka kerja sama lagi dengan Discovery, China Media Group, DW Jerman, NHK Jepang. Kerja sama dengan pihak asing adalah akuisisi program, pertukaran program, dan capacity building," ujar Apni.

Selanjutnya
Halaman
1 2