Direksi TVRI Ungkap Sederet Pemicu Disharmoni dengan Dewas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 16:03 WIB
Gedung TVRI (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Foto: Gedung TVRI (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Direksi TVRI berbicara hubungan tak harmonis atau disharmoni dengan Dewan Pengawas (Dewas) TVRI. Direksi mengungkapkan sejumlah pemicu hubungan disharmoni dengan Dewas TVRI.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Program dan Berita TVRI Apni Jaya Putra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020). Setidaknya ada empat isu pemicu hubungan disharmoni antara Direksi dan Dewas TVRI.

"Kronologis hubungan Dewas dan Direksi, satu bahwa memang terjadi disharmoni antara Dewas dengan Direksi sejak 6 bulan jabatan Direksi. Dipicu perdebatan soal status badan layanan umum, isu SKK, penyetopan siaran berita oleh oknum karyawan, sampai surat Dirut ke Dewas yang meminta peninjauan SK Dewas Nomor 2 tahun 2018 tentang tata kerja hubungan Dewas Direksi," kata Apni.

Apni mengatakan Direksi TVRI telah bekerja sesuai dengan indikator yang ditetapkan Dewas. Namun, tetap saja penilaian Dewas terhadap Direksi hanya pada level cukup.

"Kedua, meski Direksi sudah bekerja sesuai dengan key compliment indicator yang ditetapkan oleh Dewas dan pencapaian yang dihargai oleh pihak luar TVRI secara akuntabel, kinerja Dirut dan Direksi tetap saja dinilai cukup," ujar Apni.

Apni mengatakan Direksi telah menyampaikan ke Dewas TVRI bahwa yang dapat menyelamatkan TVRI ialah rekonsiliasi. Dia pun mengatakan Direksi membantu eks Dirut TVRI Helmy Yahya menyampaikan pembelaan ke Dewas.

"Ketiga, sehari setelah surat rencana pemberhentian SPRP Dirut TVRI oleh Dewas tanggal 4 Desember 2019, Direksi sudah menyampaikan ke Dewas bahwa rekonsiliasi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan TVRI," ucap Apni.

Simak Video "Utang Rp 69 M TVRI untuk Liga Inggris di Balik Pemecatan Helmy Yahya"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2