Jual Ganja Via Instagram, 2 Orang Terancam Hukuman Mati

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 14:56 WIB
Direktorat Narkoba Bareskrim Polri mengungkap penjualan ganja via online (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Foto: Direktorat Narkoba Bareskrim Polri mengungkap penjualan ganja via online (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Narkoba Bareskrim Polri mengungkap penjualan ganja via online. Ganja tersebut dikemas dalam kemasan aksesoris rokok.

"Dalam bisnisnya, ganja ini didesain secara khusus lalu disimpan dalam kemasan aksesoris rokok," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020).

"Salah satu media yang digunakan adalah Instagram, juga sudah merambah ke beberapa jasa online yang ada," imbuhnya.

Pengungkapan ini berawal dari adanya laporan penjualan ganja via Instagram. Setelah melakukan penelusuran, polisi melakukan penangkapan terhadap 2 pengedar di Jakarta Selatan.

Kasubdit 1 Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Asep Zainal mengatakan kedua tersangka berinisial A dan Y itu ditangkap pada 10 Januari lalu. Mereka kedapatan menerima kiriman 41 kilogram ganja dari seorang DPO berinisial T dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

"41 kilogram ganja yang disita merupakan sisa dari 53 kilogram yang telah dikirim. Karena 12 kilogram ganja yang lain telah diedarkan kepada konsumen di seluruh Indonesia via paket dengan modus isi aksesoris," ungkapnya.

Selain menyita 41 Kg ganja, polisi juga menyita aksesoris rokok seperti korek gas, filter rokok, kemasan kaleng dan alat penghancur biji. Polisi juga masih mencari penyuplai utama ganja tersebut.

Para tersangka dijerat pasal 144 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Simak Video "Ungkap Peredaran 1,3 Ton Ganja, Polisi Tangkap 19 Tersangka"

[Gambas:Video 20detik]

(abw/gbr)