Virus Corona di Malaysia 'Dilawan' Sholat Hajat, Ini Tata Cara dan Doanya

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 13:59 WIB
Malaysia serukan Sholat Hajat untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT agar terlindung dari virus corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Malaysia telah mendeteksi empat kasus corona virus atau virus corona pada warga China yang berlibur di wilayahnya. Selain melakukan upaya pencegahan, sejumlah masjid di Malaysia melakukan Sholat Hajat untuk melawan 2019-nCoV.

Sholat Hajat sebetulnya memang bukan hanya untuk mengharapkan jodoh atau rezeki. Sholat ini bisa dilakukan siapa saja yang memiliki maksud tertentu dan meminta kepada Allah SWT dengan sepenuh hati dan tidak buru-buru.

Dalam suatu hadist yang dinarasikan Huzaifah, Nabi Muhammad SAW biasa melakukan sholat saat menghadapi hal yang serius, bingung, atau hendak memutuskan sesuatu. Selanjutnya, dalam hadist yang diriwayatkan Ahmad, sholat tersebut dilakukan dua rakaat dengan seluruh rukun ibadah dilakukan sepenuh hati.

Ibadah inilah yang kemudian dikenal sebagai Sholat Hajat. Sebanyak 7 hal yang harus diperhatikan saat melakukan Sholat Hajat adalah.

1. Gunakan pakaian yang bersih, gosok gigi, dan fokus penuh saat wudhu

2. Pilih tempat yang bersih dan tenang sehingga tidak terganggu saat sholat

3. Untuk muslimah pastikan sleuruh rambut tertutup mukena

4. Seluruh urutan sholat harus dilakukan dengan tenang dan fokus, dengan membayangkan seolah Allah SWT ada di depan kita

5. Sholat dilakukan dua rakaat, sendiri, tidak terburu-buru, dan bacaannya dipanjangkan saat ruku serta sujud

6. Memahami makna dan bacaan Sholat Hajat akan membantu sholat menjadi lebih sungguh-sungguh.

7. Tidak ada aturan pasti saat yang tepat untuk Sholat Jumat, artinya sholat bisa dilakukan kapan saja hingga harapan dikabulkan Allah SWT.

Berikut tata cara Sholat Hajat yang di Malaysia digunakan untuk 'melawan' virus corona.

1. Niat sholat hajat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan Surat Al-Fatihah, kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an

4. Rukuk sambil membaca tasbih tiga kali

5. Iktidal

6. Sujud yang pertama membaca tasbih tiga kali

7. Duduk di antara dua sujud

8. Sujud yang kedua sambil membaca tasbih tiga kali

9. Setelah rakaat yang pertama, lakukan rakaat kedua seperti cara di atas. Kemudian tasyahud akhir. Setelah itu membaca salam dua kali

10. Jika dilakukan sebanyak empat rakaat dengan satu salam, setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai tasyahud awal. Lanjutkan rakaat ketiga dan keempat lalu tasyahud akhir dan membaca salam dua kali.

11. Membaca doa usai Sholat Hajat

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya, "Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana."

Simak Video "12 Mahasiswa Indonesia Terisolir di Kota Virus Corona Ditemukan"

[Gambas:Video 20detik]

(row/erd)