Tinjau RS di Labuan Bajo, Dirut BPJS KS Pastikan Layanan di Timur RI

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 11:21 WIB
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris meninjau layanan JKN-KIS di RS Siloam Bajo, Flores, NTT. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan komitmen peningkatan mutu dan kualitas layanan dilaksanakan oleh faskes dengan baik.

"Kami sangat apresiasi bahwa mitra kerja kami bukan hanya rumah sakit pemerintah, rumah sakit milik swasta pun berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS. Kami juga cek bahwa komitmen tersebut tidak hanya dilakukan oleh faskes yang ada di wilayah pulau Jawa. namun juga dilakukan di luar pulau Jawa bahkan sampai di Nusa Tenggara Timur," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, dalam keterangan tertulis, Senin (27/1/2020).

Dalam kunjungannya, Fachmi mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah NTT, khususnya Manggarai Barat yang telah mengupayakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat NTT.

Menurut Fachmi, keberhasilan program JKN-KIS membutuhkan gotong royong bersama. Bukan hanya dari aspek pembiayaan, tetapi juga dari aspek peningkatan dan pemerataan mutu serta kualitas layanan.

"Walaupun hanya ada 2 rumah sakit di wilayah ini, yaitu RSUD Komodo dan RS Siloam Labuan Bajo, Pemda NTT telah membuktikan bahwa gotong royong ini dapat diwujudkan melalui upaya serius dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan sekitar Labuan Bajo," tambah Fachmi.

Fachmi berharap ke depan, RS Siloam Labuan Bajo akan segera mengintegrasikan sistem antrean elektronik melalui Mobile JKN. Saat ini BPJS Kesehatan mendorong faskes untuk segera melakukan bridging sistem informasi manajemen (SIM) rumah sakit dan sistem informasi BPJS Kesehatan.

Melalui satu aplikasi Mobile JKN, diharapkan masyarakat, khususnya peserta akan dimudahkan dalam hal mendapatkan informasi faskes, ketersediaan tempat tidur, mendaftarkan layanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

"Kita tahu ini daerah wisata, pasti banyak masyarakat yang berlibur dan mengantisipasi jika membutuhkan pelayanan kesehatan. Melalui integrasi sistem informasi platform bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN diharapkan akan memudahkan masyarakat. Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan karena tahun ini merupakan tahun pelayanan dan tahun peningkatan kepuasan peserta," kata Fachmi.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan beberapa fitur baru di aplikasi Mobile JKN. Mulai dari cek ketersediaan kapasitas tempat tidur di faskes, mendaftarkan pelayanan kesehatan baik di FKTP dan FKRTL hingga melihat jadwal tindakan operasi.

Selain itu, rumah sakit harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan kemudahan pasien gagal ginjal kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah.

Rumah sakit (RS) Siloam Bajo sebagai mitra RS swasta BPJS Kesehatan meningkatkan mutu pelayanan fasilitas kesehatan (faskes) berupa layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Simak Juga Video "Kapal Phinisi di Labuan Bajo Terbalik"

[Gambas:Video 20detik]

(mul/mpr)