Round-Up

Anggota DPR Pro #TolakSementaraTurisChina

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 08:54 WIB
Ilustrasi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Tagar #TolakSementaraTurisChina mendadak menjadi trending topic di Twitter. Setidaknya ada 2 anggota Komisi I DPR RI yang mendukung tagar tersebut diimplementasikan oleh pemerintah.

Dilihat detikcom, Minggu (26/1/2020), tagar terkait virus corona itu sudah dipakai puluhan ribu kali oleh pengguna Twitter. Komentar mereka pun beragam.

Salah satunya akun bernama @bangtanddrugs. Akun tersebut mendukung tagar tersebut, namun bukan karena rasis.

"Bukannya gue rasis atau gmana tp gue dukung hastag ini. gue takut aja gitu mereka yang dateng sengaja pindah negara atau gmna gitu kita kan gak tahu #TolakSementaraTurisChina," tulis akun @bangtanddrugs.

Tagar #TolakSementaraTurisChina itu mendapat respons dari dua anggota Komisi I DPR, misalnya Syarief Hasan. Syarief meyakini jika tagar tersebut adalah jalan terbaik, Komisi I DPR akan mendukung.

"Virus ini kan sudah mulai melebar, gitu loh, iya kan. Nah, tentu kita lihat nanti perkembangannya. Karena sudah ada 53 juta rakyat China yang sudah tersebar, terinfeksi," kata Syarief kepada wartawan terpisah, Minggu (26/1).

"Kita kan nggak tahu nih yang 53 juta ini ke mana. Kalau memang itu yang terbagus, saya pikir Komisi I akan mendukung, begitu," imbuhnya.

Syarief Hasan.Foto: Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Zhacky-detikcom)

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) itu menilai penolakan terhadap kedatangan orang-orang dari China merupakan salah satu antisipasi penyebaran virus Corona. "Sementara ini kalau mau dibatasi begitu, ya, kalau memang menyebar sekali, mungkin langkah yang patut kita antisipasi," terang politikus yang juga Wakil Ketua MPR itu.

Kemudian anggota Komisi I, Bobby Adhityo Rizaldi. Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar itu setuju tagar tersebut diterapkan.

"Iya setuju (#TolakSementaraTurisChina) saya, sementara dunia belum ada antidot virus dari Wuhan tersebut," kata Bobby kepada wartawan.

Bobby Adhityo Rizaldi.Bobby Adhityo Rizaldi. (Foto: Ari Saputra)

Bobby menjelaskan, larangan turis China masuk ke Indonesia ini hanya sementara. Ia juga menyarankan agar Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Beijing menerapkan kebijakan kekarantinaan.

"Otoritas Indonesia harus menahan WNA asal China yang datang ke Indonesia untuk beberapa waktu ke depan. Kedubes RI di Beijing juga harus siapkan protokol evakuasi dan pencegahan penyebaran virus, misal dengan fasilitas karantina cegah tangkal sementara," sebut Bobby.

Selain itu, Bobby juga meminta pemerintah mengimplementasikan Pasal 17 dan 18 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Di mana pasal tersebut memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk membuat kekarantinaan kesehatan di pintu-pintu masuk, seperti bandara dan pelabuhan.

"Pemerintah perlu penjagaan ekstra di semua pintu masuk dari China, seperti di bandara-bandara daerah, dan menempatkan segera fasilitas deteksi dini, seperti thermal scan dan lain-lain," jelas Ketua DPP Golkar itu.

(zak/mae)