KSPI Klaim Omnibus Law Hapus Jaminan Pensiun-Kesehatan

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Minggu, 26 Jan 2020 15:42 WIB
Said Iqbal (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai akan banyak kerugian untuk buruh jika Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja diterapkan. Salah satunya terkait jaminan pensiun dan kesehatan buruh diperkirakan akan dihilangkan.

"Bagaimana orang dapat jaminan pensiun? Siapa yang dapat jaminan kesehatan? Itu akan dihilangkan, itu otomatis," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam diskusi bertajuk 'Omnibus Law Bikin Galau?' di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020)

Said menyebutkan, dalam omnibus law itu bisa saja diatur soal sanksi kepada pelaku usaha yang merugikan buruh. Pelaku usaha bisa saja tidak dikenai sanksi saat telat membayar upah buruh.

"Kemudian hal lain yang kami catat, hapuskan efek jera itu. Kalau orang terlambat bayar upah nggak ada hukumannya. Nggak ada efek jera karena dihapuskan pidana," ungkap Said.

Said mengatakan pemerintah boleh memancing investasi lebih banyak dengan menerapkan omnibus law, namun harus tetap memperhatikan perlindungan buruh. Enam alasan KSPI menolak omnibus law itu disebutnya karena akan mengurangi konsumsi.

Selanjutnya
Halaman
1 2