Mentan-Aa Gym Canangkan Revolusi Agro

Mentan-Aa Gym Canangkan Revolusi Agro

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2005 22:27 WIB
Jakarta - Mentan Anton Apriyantono dan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mencanangkan Revolusi Agro dengan motto: Aku Bangga Jadi Petani di Desa. Pencanangan ini bersamaan dengan pelaksanaan panen raya jagung hasil aplikasi teknologi enzim yang di kembangkan Divisi Agribisnis Pesantren Daarut Tauhid.Menurut rilis dari Humas Deptan, panen raya dan pencanangan Revolusi Agro ini di kebun percontohan milik Daarut Tauhid di Kelurahan Cigugur Girang, Parongpong, Bandung, Minggu (27/11). Acara ini bersamaan dengan peringatan Milad ke-15 Ponpes Daarut Tauhid pimpinan Aa Gym. Selain Mentan, ikut hadir dalam acara ini Wagub Jabar Nukman Abdul Hakim, Pangdam III Siliwangi, Walikota dan Bupati Bandung, sejumlah pengusaha, ulama, tokoh masyarakat, para santri dan warga Cigugur Girang. Puluhan petani dari Thailand, Vietnam, Burma, dan Brunei Darussalam.Dalam pengantarnya, Aa Gym mengatakan jika bangsa ini mau bangkit maka yang harus dikembangkan adalah harus berbasis pada kekuatan yang kita miliki. Melalui Revolusi Agro, kata Aa Gym, ''Kita ingin mengubah para digma dari asal tidak di desa menjadi Aku Bangga Jadi Petani di Desda.'' Aa Gym berharap Kebun Terpadu Daarut Tauhid bisa jadi miniatur atau mock up pengembangan Revolusi Agro di Desa yang bertumpu pada tiga hal: SDM terlatih, teknlogi canggih dan regulasiyang mendukung.Mentan menyambut baik tekad dan contoh yang sedang dan akan dikembangkan Ponpes Daarut Tauhid. Revitalisasi Pertanian yang dicanangkan Presiden SBY Juni 2005 pada dasarnya hendak mengubah paradigma dari pertanian. Yakni dari sepenuhnya mengandalkan pada pemerintah menjadi pola pengembangan pertanian yang lebih banyak mendorong partisipasi masyarakat lebih luas."Pemerintah tidak lagi menjadi tumpuan segalanya, tapi bertindak hanya sebagai fasilitator dan pembuat kebijakan atau regulasi yang kondusif," katanya.Mentan amat setuju dengan pandangan Aa Gym bahwa prioritas pembangunan harus bertumpu pada apa yang menjadi sumber kekuaan kita. Mengelola sumbedaya alam, jelas Mentan, pada dasarnya adalah amanah yang harus ditunaikan. Atas dasar itu, Mentan mengajak semua pihak, petani, pengusaha serta para pemangku kepentingan dan kebijakan untuk sama-sama mengelola anugrah kekayaan alam yang berlimpah ruah sebaik-baiknya. "Dengan kerja keras, selalu jujur dalam menunaikan amanah, insya Allah, kita bisa keluar dari berbagai kesulitan. Jalan keluar dan kemudahan dinjanjikan Allah, jika kita bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa," katanya.Aplikasi EnzimMentan didampingi Wagub Jabar dan Bupati/Walikota Bandung secara simbolis ikut memanen jagung yang merupakan hasil dari aplikasi teknologi enzim. Jagung dengan aplikasi pupuk enzim (pupuk organik) tampak kontras dengan jagung konvensional. Tanamannya lebih subur dan lebih tinggi (seitar 2,5 m). Buahnya lebih besar. Produksinya juga lebih tinggi bisa mencapai 22 ton per hektar. Pupuk organik yang diproduksi Daarut tauhid juga telah dicoba untuk tanaman kentang, kedelai, dan ecalyptus, serta untuk menggemukkan sapi. Menurut Aa Gym, Singapura dan Malaysia telah berminat untuk mengimpor jagung organik dari Kebun Daarut Tauhid. "Tadi malam, kami ditelepon untuk mengirim contoh jagung ke Singapura. Tadi pukul 9.00, 10 kg jagung dari kebun ini telah dikirim sebagai sampel untuk diuji ke Singapura," katanyaDi Cigugur Girang, Daarut Tauhid telah memilki kebun produksi seluas dua hektar dan akan dikembangkan menjadi 11 hektar. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads