Anthrax Ancam Ternak di Sulteng

Anthrax Ancam Ternak di Sulteng

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2005 21:48 WIB
Palu - Para peternak besar di Sulawesi Tengah Sulteng) sedang dilanda kekhawatiran. Pasalnya momok anthrax tengah menyerang sebagian ternak di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dan, selain bertetangga dengan Sulsel, Sulteng memang tercatat sebagai daerah endemis penyakit mematikan ini. "Kami juga sudah melakukan pengawasan ketat di pintu masuk yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Selatan," kata Kepala Sub Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Sulteng Halim Madali di Palu, Sulteng, Minggu (27/11/2005).Untuk mengantisipasi serangan penyakit ini, lanjut Halim, pihaknya telah memesan 30 ribu dosis vaksin anthrax ke Direktorat Jenderal Peternakan di Jakarta. Namun diakuinya jumlah itu masih kalah jauh dibanding populasi ternak berdarah panas semisal sapi dan kerbau yang rawan terserang.Peternak di Sulteng wajar khawatir. Dari data yang ada di Distanbunak Sulteng, tercatat pada tahun 1951 sejumlah daerah di Poso Kota, Pamona Utara dan Pamona Selatan, di wilayah Kabupaten Poso, pernah diserang anthrax. Serangan ini mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi sejumlah peternak sapi, kambing, domba, kuda dan babi ketika itu.Kekhawatiran semacam itu disampaikan Joko Haryanto, peternak sapi di Kalukubula, Donggala, Sulteng. Ia tahu penyakit ini sudah menyebar di Sulsel. Tapi, ia punya kiat sendiri. Menurutnya memperhatikan makanan dan kebersihan kandang, bisa mencegah virus mematikan itu menyerang ternaknya. "Dan saya juga selalu teliti dalam memilih bibit sapi yang saya pelihara," aku Joko.Yang menarik, ada pula peternak yang tidak tahu menahu soal anthrax. Mereka umumnya peternak tradisional di pegunungan Bulu Masomba, Palu Selatan. Sebutlah Halilu, salah seorangnya. Ia mengaku baru mendengar nama penyakit itu. "Yang saya tahu, domba saya ini biasanya penyakit kudis-kudis saja. Itu pun bisa sembuh kalau kita kasih mandi air laut," kata dia.Untuk diketahui, saat ini, jumlah ternak berdarah panas di Sulteng mencapai ratusan ribu ekor. Rinciannya, kerbau (4.763 ekor), kuda (4.262 ekor), kambing (165.827 ekor), domba (5.199 ekor) dan babi (1.097 ekor). (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads