Mesin Waktu

Akrabnya Budaya Tionghoa dan Betawi Merayakan Imlek

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 07:00 WIB
Pernak-pernik Imlek. (Foto: Tripa Ramadhan)

Suasana semarak Imlek ini terus berlangsung sampai Cap Go Meh. Jelang Cap Go Meh, semua jenis pertunjukan seni Betawi ditampilkan. Termasuk wayang cokek, yang ditarikan empat perempuan memakai baju kurung diiringi gambang kromong. "Mereka menyanyikan lagu-lagu berirama China dan Betawi," tulis Alwi.

Pemerhati budaya Tionghoa dari Universitas Pelita Harapan Johanes Herlijanto menyampaikan kolaborasi dua budaya Tionghoa-Betawi dalam menyambut dan menyemarakkan Imlek ini bukan hal yang mengherankan. "Unsur budaya Tionghoa itu memang banyak andil mewarnai seni Betawi," ujarnya.

Makanan yang dibagikan di Petak Sembilan saat Imlek.Makanan yang dibagikan di Petak Sembilan saat Imlek. (Foto: Pradita Utama)

Meski demikian, saat itu pemerintah kolonial Belanda berusaha membuat segregasi dengan memasukkan Tionghoa sebagai golongan Timur Asing bersama keturunan Arab dan India.

"Namun pasti selalu ada perjumpaan dengan orang yang disebut pemerintah kolonial sebagai pribumi. Dalam pertemuan itulah, mereka saling mengisi dan memperkaya seni mereka," ujar Herlijanto.


(pal/dnu)