Mesin Waktu

Akrabnya Budaya Tionghoa dan Betawi Merayakan Imlek

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 07:00 WIB
Pernak-pernik Imlek. (Foto: Tripa Ramadhan)
Jakarta -

Pada masa lalu, pesta Imlek di tanah Betawi punya keunikan sendiri. Karena sudah melebur dengan kebudayaan lokal, Imlek versi Betawi ini tak ada duanya di dunia. Sejarawan Betawi Alwi Shahab menuliskan, beberapa hari sebelum Imlek, keturunan etnis Tionghoa sudah disibukkan dengan acara membersihkan rumah.

"Pintu dan jendela dicat, tembok dikapur, ubin dan perabotan rumah digosok sampai mengkilap," tulis Alwi dalam artikelnya berjudul 'Gongxi Facai' seperti yang dikutip dari lama blognya. Sementara rumah dibersihkan, para nyonya rumah menyiapkan sejumlah kuliner khas.

Salah satunya kue satu. Penganan kering ini terbuat dari kacang hijau yang dilumatkan seperti tepung. Selain itu, kaum ibu ini membuat agar-agar serta manisan kolang-kaling dan buah cermai.

Alwi menuliskan warga Tionghoa Betawi juga menggelar pasar malam beberapa hari menjelang Imlek. Seluruh keperluan Imlek tersedia di pasar yang terletak di sekitar lapangan Glodok dan Pancoran. Terutama ikan bandeng dan kue keranjang.

Atraksi barongsai menyambut Imlek.Atraksi barongsai menyambut Imlek. (Foto: Antara Foto/Mohammad Ayudha)

"Merupakan suatu kemestian, bagi calon mantu membawakan ikan bandeng dan kue keranjang pada calon mertua. Ini sebuah tanda si calon mantu benar-benar menghargai calon mertuanya. Jangan main-main, calon mantu yang kagak membawanya, anteran bisa di-onslaag jadi mantu," tulis mantan wartawan kantor berita Antara itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3