Cari Kepastian, Keluarga Agus Puryanto Datangi Mabes Polri

Cari Kepastian, Keluarga Agus Puryanto Datangi Mabes Polri

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2005 15:37 WIB
Cari Kepastian, Keluarga Agus Puryanto Datangi Mabes Polri
Solo - Sukadi, ayah Agus Puryanto alias Arman, hari ini menuju ke Jakarta untuk mendatangi Mabes Polri. Keperluannya untuk mendapatkan kepastian apakah Agus adalah Arman yang tewas bersama Azahari di Malang. Jika benar, potongan jenazah Agus akan dibawa ke Ngawi untuk dimakamkan.Dari rumahnya di Ngawi, Sukadi singgah di rumah adiknya Affandi Mustofa di Cemani Baru, Semani, Grogol, Sukoharjo. Selanjutnya Minggu (27/11/2005) pukul 14.30 WIB dia bersama adik kandungnya Suparno dan dua pendamping keluarga yaitu Kurniawan Budi Wibowo dan Endro Sudarsono, berangkat dari Cemani menuju Terminal Tirtonadi Solo, naik bus menuju Jakarta."Besok kami akan langsung menuju Mabes Polri untuk menemui beberapa pejabat yang sebelumnya telah kami kontak dan memang ditugaskan untuk menemui kami. Kami akan meminta kepastian apakah benar jenazah yang ditemukan di Malang itu memang jenazah Agus sesuai dengan kecocokan DNA yang telah diambil dari kedua orangtuanya," ujar Kurniawan.Selain itu, lanjut Kurniawan, mereka juga akan melihat langsung potongan jenazah yang tersisa untuk dikenali. Kurniawan yakin bahwa meskipun jenazahnya tidak dalam kondisi utuh, ayahnya masih akan mengenali ciri-ciri anaknya pada potongan tubuh yang masih tersisa.Jika nanti telah mendapat kepastian dan keluarga yakin bahwa jenazah itu memang milik Agus Puryanto, keluarga akan membawanya ke kampung halamannya di Dusun Paldaplang, Kauman, Widodaren, Ngawi, untuk dimakamkan. Segala prosedur pengurusan jenazah akan dilakukan oleh Kurniawan dan Hendro yang telah menerima kuasa dari keluarga.Keringanan BiayaLebih lanjut Kurniawan mengatakan, pihak keluarga telah membuat pernyataan yang intinya meminta keringanan dari Mabes Polri maupun pihak rumah sakit dalam hal biaya pengurusan, pemulangan jenazah hingga pemakamannya."Keluarga akan meminta Mabes Polri memberi bantuan alat transportasi jenazah. Selain itu juga meminta kepada pihak rumah sakit untuk dibantu dalam administrasi pengeluaran jenazah. Kalau memungkinkan kami minta dibantu seratus persen karena informasi dari rumah sakit biayanya mencapai Rp 3,5 juta padahal orangtua Agus benar-benar keluarga tidak mampu," paparnya.Surat permintaan keringanan itu akan diajukan ke Mabes Polri besok bersamaan ketika menemui pejabat polisi yang ditunjuk Mabes untuk menemui keluarga Agus. Surat ke pihak rumah sakit akan diajukan setelah keluarga yakin setelah melihat jenazah. "Surat itu dikuatkan dengan tandatangan Wakapolres Ngawi dan kepala desa setempat," lanjut Kurniawan.Foto: Arman alias Agus Puryanto, asisten Dr Azahari (nrl/)


Berita Terkait