Polda Sulsel Tangkap Pria Pembuat-Penjual Pen Gun

Ibnu Munsir - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 14:49 WIB
Pemilik senpi rakitan jenis pen gun ditangkap Polda Sulsel. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Muhammad Naba (37) dibekuk Resmob Polda Sulsel terkait kepemilikan senjata api (senpi) rakitan. Pelaku memiliki senjata rakitan jenis senpi berbentuk pulpen (pen gun) yang diduga akan dipakai untuk tindakan kejahatan.

"Ini adalah salah satu fenomena baru mungkin juga hal ini banyak juga diproduksi di tempat lain ini, menurut saya adalah salah satu senjata rakitan yang dibuat dengan jenis 22 ini kaliber 22 yang dibuat ini apa namanya yang harus kita antisipasi supaya tidak berkembang dan ini jadikan senjata yang akan digunakan untuk melakukan kejahatan," kata Wakapolda Sulsel, Brigjen Adnas, di Mapolda Sulsel, Jalan Printis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (24/1/2020).

Adnas mengatakan kepemilikan senjata api tanpa memiliki izin merupakan hal terlarang. Polisi akan menelusuri produksi senpi rakitan ini agar tak beredar di masyarakat.


"Ini saya harap kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati, hal-hal yang memproduksi seperti ini sedang kita upayakan mengembangkan ini supaya ini tidak menjadi tren untuk di Sulsel," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel Kombes Indra Jaya mengatakan pemilik pen gun diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat. Indra mengatakan pelaku diduga memproduksi dan memperjualbelikan pen gun tersebut.

"Beberapa di chat-nya pelaku bahwa ada beberapa tawaran-tawaran kita akan kembangkan sudah disampaikan ke Pak Waka mengimbau ke masyarakat untuk waspada terhadap hal seperti ini. Ini diproduksi dibuat oleh tersangka. Sebelumnya yang kita tangkap ada beberapa peralatan-peralatan ini sebenarnya rumahan lah, home industry ada beberapa barang-barang yang alat-alat ulirnya untuk menyesuaikan dengan jenis peluru," terangnya.


Selain senjata rakitan jenis pen gun, polisi menyita sejumlah amunisi aktif 22 mm. Tersangka dijerat Pasal 1 ayat (2) UU Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Simak Video "Banjir Bandang di Soppeng Sulsel, Rumah Warga Hanyut"

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)