MMS III PKS Belum Sentuh Kursi Jaksa Agung
Minggu, 27 Nov 2005 14:04 WIB
Jakarta - PKS mengincar kursi Jaksa Agung dalam kabinet SBY. Dua kadernya, Soeripto dan praktisi hukum Arief T Surowidjojo, menjadi kandidat terkuat. Namun, dalam Musyawarah Majelis Syuro (MMS) III PSK yang mengevaluasi kinerja SBY, hal itu belum disentuh."Sampai saat ini kita tidak bicara opsi-opsi masalah menteri," kata Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hilmi Aminuddin.Hilmi dicegat wartawan di sela-sela MMS III di Hotel Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (27/11/2005). Berikut petikan wawancara wartawan dengan Hilmi:Apa PKS akan menarik dukungan pada SBY? Evaluasi belum selesai. Kita, Majelis Syuro, baru menyusun tim evaluasi, terdiri dari empat komisi, yaitu ekuin, politik, dan hankam. Mereka baru bekerja setelah salat luhur ini. Jadi keputusan nanti pukul 16.00 WIB.Aspirasi dari daerah bagaimana?Ditampung oleh tim, tapi belum bisa mengambil keputusan. Karena kesimpulannya akan lahir dari komisi-komisi Majelis Syuro itu. Insya Allah sampai jam 16.00 WIB.Soal opsi kursi Jaksa Agung, apa diagendakan juga?Sampai saat ini kita tidak bicara opsi-opsi masalah menteri, tapi masih melihat kinerja dan sejauh mana tingkat kebijaksanaan berpihak ke kepentingan rakyat.Kalau pemerintah memberi tambahan menjadi 4 kursi dari 3 kursi saat ini, apa PKS akan berubah sikap? Jumlah kursi di kabinet bukan satu-satunya tolok ukur. Kita koalisi ada semangat kekeluargaan secara nasional. Inti tolok ukurnya adalah sejauh mana kebijakan-kebijakan ini berefek positif kepada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Jadi penilaian itu belum selesai.Keputusannya nanti dengan cara apa?Keputusan diambil lewat berbagai cara, seperti musyawarah mufakat dan voting. Tidak ada masalah. Ada yang minta Presiden jangan terjebak kontrak politik, pendapat Anda?Ya tidak apa-apa. Setiap orang boleh mengusulkan. Presiden kan bebas, punya hak prerogatif. Harus diingat posisi kita secara politis 7,34 persen.
(nrl/)











































