Selain Berdoa Saat Hujan, Ini Tindakan Rasulullah Lainnya

Niken Widya Yunita - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 13:29 WIB
Foto: iStock/Selain Berdoa Saat Hujan, Ini Tindakan Rasulullah Lainnya
Jakarta -

Jelang tahun baru Imlek, hujan deras mengguyur Jakarta. Rasulullah menganjurkan kita untuk berdoa saat hujan. Selain itu ada lagi tindakan Rasulullah. Apa itu?

Diriwayatkan Imam Muslim dalam salah satu hadits shahihnya, pertama tindakan Rasulullah ketika hujan adalah membuka atau menyingkap bajunya.

Diriwayatkan pula oleh Imam Abu Dawud dari Anas radiallahuanhu, "Nabi Muhammad menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan." Kami berkata: "Ya Rasulullah, kenapa tuan berbuat seperti ini?" Rasulullah menjawab: "Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah."


Kedua, Rasulullah berdoa ketika melihat awan hitam yang kelam. Beliau akan bergegas meninggalkan semua pekerjaannya dan langsung membaca doa berikut ini (HR. Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi): وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: ((اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا)) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا)

"Diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap:

"Allahumma innî a'ûdzu bika min syarrihâ" (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini)."

Dan ketika turun hujan, Beliau membaca doa turun hujan (https://news.detik.com/berita/d-4719762/bacaan-doa-ketika-turun-hujan-lengkap-dengan-artinya):

"Allahumma shayyiban nâfi'an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan)." (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du'a al-Ma'tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu 'alâ al-Dâ'î Ityâ'nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 170-171)

Ketiga, tindakan Rasulullah ketika menjumpai angin besar agar angin tersebut tidak menjadi bencana dan malapetaka. Berikut haditsnya (HR. Imam Abu Dawud, Imam al-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad): عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

"Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: "Aku mendengar Nabi SAW bersabda: 'Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya." (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du'a al-Ma'tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu 'alâ al-Dâ'î Ityâ'nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 171).

Keempat, doa Rasulullah ketika melihat awan mendung. Beliau memohon agar awan yang membawa hujan tidak menjadi penyebab azab atau bencana, tapi rahmat. Berikut riwayatnya (HR. Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai): وروي عن ابن المسيب أن رسول الله صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي السحاب قال: (اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ)

"Diriwayatkan dari Ibnu al-Musayyab, sesungguhnya Rasulullah SAW ketika melihat awan, beliau bersabda: "Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba 'adzâbin" (ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab)." (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du'a al-Ma'tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu 'alâ al-Dâ'î Ityâ'nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 170-171).

Semoga kita terhindarkan dari segala bencana. Semoga kita disadarkan untuk selalu berdoa ketika hujan turun dan yang lainnya hanya kepada-Nya.

Simak Video "Hujan Sejak Pagi, Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Air"

[Gambas:Video 20detik]

(nwy/erd)