HUT PGRI, Guru dan Aparat Keamanan Rebutan Spanduk
Minggu, 27 Nov 2005 12:13 WIB
Solo - Meskipun berprofesi sebagai pendidik, namun jangan kira guru-guru tidak suka demonstrasi. Gara-gara memperjuangkan aspirasinya itu, para guru sempat berebutan spanduk dengan aparat keamanan.Demonstrasi damai itu digelar dalam peringatan HUT PGRI ke-60 yang sekaligus dirangkai sebagai peringatan Hari Guru ke-12 dan Hari Aksara Internasional yang diadakan di Stadion Manahan, Solo, Minggu (27/11/2005). Acara itu dihadiri juga oleh Wapres Jusuf Kalla.Nah, saat acara berlangsung, puluhan guru dari berbagai daerah memasuki lapangan dengan menggelar spanduk. Spanduk tersebut berbunyi 'Kami Rindu Kesejahteraan' dan di bawahnya tertulis PGRI Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, Jabar. Karena dinilai mengganggu acara, aksi para guru itu segera dibubarkan dan diminta duduk di pinggir oleh aparat keamanan.Di pinggir lapangan, ketegangan belum berakhir. Para guru dan aparat keamanan berebut spanduk. Para guru tersebut malah semakin keras berteriak ketika wartawan mulai mendekat. Mereka mendesak RUU Guru segera disahkan sebagai UU dan dilaksanakan tanpa tahapan. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam mogok kerja.PenghargaanDalam acara tersebut PGRI memberikan penghargaan kepada Sartono pencipta Himne Guru. Selain itu penhargaan juga diberikan kepada sejumlah gubernur,bupati dan walikota yang dianggap mempunyai komitmen dan kepedulian kepada guru dan dunia pendidikan.Sedangkan Pemerintah secara simbolis memberikan penghargaan kepada sejumlah perwakilan guru yang telah mengabdikan diri bagi pendidikan baik untuk kategoripengabdian 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Tampak hadir dalam acara itu perwakilan guru dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.
(nrl/)











































