Hadiri HUT PGRI Ke-60, Wapres Tegur Keras Sikap Guru

Hadiri HUT PGRI Ke-60, Wapres Tegur Keras Sikap Guru

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2005 11:53 WIB
Solo - HUT PGRI ke-60 diperingati cukup meriah di kota kelahirannya, Solo. Ribuan perwakilan guru se-Indonesia hadir, demikian juga perwakilan guru dari tiga negara sahabat. Namun Wapres Jusuf Kalla dengan terbuka menegur keras sikap dan perilaku para guru yang dianggapnya telah mempermalukan bangsa.Teguran itu disampaikan Wapres ketika memberikan pidato sambutan dalam acara peringatan HUT PGRI ke-60 yang sekaligus dirangkai sebagai peringatan Hari Guru ke-12 dan Hari Aksara Internasional yang diadakan di Stadion Manahan, Minggu (27/11/2005)."Saya tahu bahwa gedung-gedung sekolah kita tidak lux, tapi saya yakin bahwa sekolahan kita tidak seperti kandang ayam. Saya tahu bahwa gaji Anda masih kecil, tapi saya tahu bahwa gaji itu juga tidak akan habis dalam sehari. Jadi jangan mengejek-ngejek bangsa sendiri," kata Wapres lugas.Kritikan itu bukan tanpa dasar. Sebelumnya Wapres menyinggung isi sebuah puisi yang dibacakan oleh perwakilan PGRI dalam acara tersebut. Dari diksi dan prognose puisi tersebut memang mengesankan bangsa dan Pemerintah Indonesia melupakan dan mengesampingkan peran serta nasib guru. Bahkan disebut pula ketika badak dan komodo dilindungi, justru guru ditelantarkan.Ketua Umum PB PGRI HM Surya dalam sambutannya juga mendesak RUU Guru segera disahkan. Desakan serupa juga kembali dilontarkan demikian dalam pernyataan guru yang dibacakan oleh Sekjen PGRI, Sumardi Taher. Menurut PGRI, UU Guru akan menjadi landasan kuat bagi guru dalam meningkatkan kinreja dan kesejahteraan."Guru adalah pembentuk jiwa bangsa. Tetaplah optimis. Kalau Anda terus mengejek-ngejek bangsa sendiri lalu siapa yang akan menghargai bangsa ini. Semua akan bekerja. Beri waktu Presiden, para menteri di kabinet dan semua pihak untuk bekerja dengan baik sehingga nantinya gaji Anda juga akan menjadi baik," kata Wapres sambil menyinggung puisi yang dibacakan sebelumnya.Tidak cukup itu. Dalam sambutannya, Mendiknas Bambang Sudibyo telah menyatakan bahwa proses politik pembahasan akhir dan dalam waktu tidak terlalu lamaRUU Guru dan Dosen akan segera disahkan sebagai UU. Namun ternyata kabar gembira dari menteri itu belum cukup menyejukkan hati para guru yang hadir dalam acara tersebut. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads