Mendikbud Nadiem Akan Luncurkan 'Merdeka Belajar' Episode 2

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 11:31 WIB
Foto: Mendikbud Nadiem Makarim (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan meluncurkan 'Merdeka Belajar Episode 2'. Apa itu 'Merdeka Belajar' episode kedua?

"Pada siang nanti akan ada episode dua dari 'Merdeka Belajar'. Mohon disimak nanti. Nanti adalah Merdeka Belajar di Perguruan Tinggi yang kami luncurkan. Episode satu adalah merdeka belajar asesmen, yaitu UN, USBN dan berbagai macam lagi seperti RPP," kata Nadiem di acara Seminar Nasional dan Science Fair Karya Ilmiah dan Inovasi Guru dan Siswa Binaan YPA-MDR di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Nadiem mengatakan dalam 'Merdeka Belajar Episode 2' akan berfokus pada jenjang Perguruan Tinggi. Nantinya akan ada inovasi-inovasi baru di dalamnya.

"Episode kedua kita akan fokus pada perguruan tinggi. Mohon disimak. Akan ada berbagai macam hal-hal inovasi baru," ujar Nadiem.

Nadiem kembali bicara mengenai program 'Merdeka Belajar'. Dia menjelaskan makna program tersebut bertujuan membuat sistem belajar menjadi lebih merdeka.

"Saya ingin bicara sedikit mengenai sebenernya apa sih makna daripada program 'Merdeka Belajar'. Kenapa disebut merdeka belajar? Ini bukan merdeka dari belajar ya. Tapi belajar dengan cara yang merdeka," jelas Nadiem.

Nadiem mengatakan sistem pendidikan itu tidak sama dengan sistem perusahaan. Menurutnya pendidikan jauh lebih kompleks daripada perusahaan.

"Pendidikan itu unik. Pendidikan tuh bukan seperti perusahaan, bukan seperti bisnis. Karena produk utamanya adalah bibit-bibit bangsa masa depan kita. Yang keluar dari pabrik yang namanya sekolah itu adalah manusia. Itu luar biasa tugasnya, luar biasa sulitnya, tugas yang luar biasa kompleksnya," kata Nadiem.

Nadiem juga mengatakan keseragaman yang selama ini diterapkan di sistem pendidikan tidak menghasilkan kualitas yang diharapkan. Dia ingin agar sistem pendidikan mulai menerapkan keberagaman dalam melakukan transformasi sekolah.

"Ini merupakan hal yang sebenernya sangat obvious bahwa keseragaman sama sekali tidak menghasilkan kualitas yang kita harapkan. Itu sudah gagal keseragaman, ya kita sudah berpuluh-puluh tahun mencoba itu. Marilah kita ke depannya mencoba keberagaman. Bukan hanya keberagaman dalam arti misalnya contoh fleksibilitas dari kurikulum tapi keberagaman dari cara-cara transformasi sekolah," ujar Nadiem.

Nadiem pun menyebut peran civil society dan perusahaan-perusahaan dapat membantu perubahan transformasi di bidang pendidikan. Dia mengatakan Kemendikbud juga akan melibatkan civil society dalam mewujudkan transformasi di sekolah.

"Makanya untuk mencari jalur-jalur yang terbaik untuk melakukan transformasi sekolah ini. Perannya civil society termasuk yayasan seperti Yayasan Pendidikan Astra ini luar biasa pentingnya. Paradigma kementerian ke depan akan berubah secara drastis. Kita akan melakukan bermacam aktivitas dan kita akan fokus kepada civil society organization. Kita akan mendukung dan juga bermitra," ujar Nadiem.

Menurut Nadiem dalam upaya memajukan pendidikan yang inovatif seluruh pihak harus turut berpartisipasi di dalamnya. "Karena ini bukan tugasnya pemerintah saja dan tidak akan mugkin sukses kalau hanya pemerintah saja. Semua guru harus mulai bergerak, semua dosen harus mulai bergerak perusahaan perusahaan harus mulai bergerak," tutur Nadiem.

Simak Video ''5 Profesi Paling Diburu Versi Nadiem Makarim"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)