Kerugian Akibat Bibit Sawit Palsu Mencapai Rp 3 Triliun

Kerugian Akibat Bibit Sawit Palsu Mencapai Rp 3 Triliun

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2005 07:27 WIB
Jakarta - Potensi kerugian Indonesia karena peredaran bibit kelapa sawit palsu diperkirakan mencapai Rp 3 triliun. Dari sekitar 5,3 juta hektar tanaman kelapa sawit yang ada, 10 hingga 15 persen dicurigai merupakan tanaman kelapa sawit yang berasal dari bibit palsu. "Kerugian akibat penggunaan benih kelapa sawit palsu ini tidak saja berupa kerugian produksi, tetapi juga menyangkut kerugian waktu dan tenaga yang telah dikorbankan oleh para petani kita, karena kerugian tersebut baru terlihat setelah beberapa tahun kemudian," papar Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (27/11/2005) . Karena itulah Anton menegaskan, pihaknya tidak akan mentolelir lagi penggunaan bibit palsu. "Kita harus berusaha dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menanggulanginya. Kita perlu menggunakan perangkat hukum berupa peraturan dan kelembagaan yang ada," tegasnya.Selain langkah-langkah hukum, Anton mengajak pihak-pihak terkait untuk ikut mengambil langkah-langkah persuasif melalui sosialisasi dan pembinaan secara intensif dan berkelanjutan."Saya minta jajaran birokrasi subsektor perkebunan mulai dari tingkat pusat sampai tingkat lapangan untuk benar-benar serius menangani masalah ini. Dukungan dari aparat terkait tentu saja dibutuhkan," ujar pria jebolan IPB ini.Untuk itu, Mentan membakar sekitar 1.000 bibit sawit palsu di Sengeti, Muara Jambi, Propinsi Jambi, Sabtu (26/11/2005). Pembakaran bibit palsu ini disaksikan Wagub Jambi, Bupati Muara Jambi Arsyad Syam, Kadis Perkebunan Jambi Suprapto, para tokoh dan ratusan petani dan pekebun di Kabupaten Muara Jambi. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads