Round-up

Kontraktor Monas Menyoal Tuduhan Abal-abal dan Kantor Virtual

tim Detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 21:33 WIB
Foto: Monas sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) revitalisasi (Dok. detikcom)
Jakarta -

Kontraktor yang mengerjakan proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas), PT Bahana Prima Nusantara, menjadi sorotan setelah seorang anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, Justin Adrian, menilai kredibilitas perusahaan tersebut meragukan. Merasa keberatan nama baiknya diusik, PT Bahana Prima Nusantara akan melayangkan somasi.

"Kita sayangkan bahwa anggota Dewan PSI itu hanya lihat dan andalkan Google Maps dan langsung statement. Ini yang kami sayangkan. Kita akan ajukan somasi kepada yang bersangkutan. Isu yang bermula soal tebang pohon, geser jadi soal kantor penyedia barang dan jasa, ini persoalan," ucap Legal Officer PT Bahana Prima Nusantara, Abu Bakar, kepada wartawan di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Abu tak segan-segan akan membawa kasus ini ke jalur hukum jika somasinya tidak diindahkan. Untuk diketahui, awalnya Justin mengunggah data PT Bahana Prima Nusantara dari situs LPSE serta, link kantor perusahaan itu di fitur Google Maps. Cuitan Justin kemudian juga di-retweet oleh anggota DPRD DKI lainnya, William Aditya Sarana.

"Selanjutnya soal somasi, itu tidak cukup, namanya juga peringatan, kalau tidak diindahkan, tentu ada langkah hukum," tegas dia.


Abu Bakar juga menjelaskan soal legalitas kantor virtual perusahaannya sesuai dengan PTSP Nomor 6 Tahun 2016. Dia menyebut tidak ada permasalahan dari segi lokasi kantor perusahaan.

"PTSP Jaktim, Pemda Jaktim keluarkan izin, dan terkait virtual office juga diatur, namanya surat edaran PTSP Nomor 6 Tahun 2016, yang awalnya 2015 dilarang virtual office. Tapi, untuk gerakkan dunia usaha bidang UMKM dan pemula, maka dibuka kembali tahun 2016 oleh PTSP. Ketika kita berkantor di situ, tidak ada masalah," tutur Abu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3