KPK Cecar 2 Pejabat KPU soal Proses Administrasi PAW

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 20:53 WIB
Foto ilustrasi: Gedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa dua pejabat Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjadi saksi kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Para saksi itu dicecar KPK soal proses administrasi terkait penentuan PAW.

"Hari ini juga memanggil dua orang saksi dari KPU. Terkait dengan konfirmasi, bagaimana kemudian syarat-syarat normatif pencalonan anggota DPR dan seterusnya. Jadi masih seputar proses administratif terkait dengan PAW dan sebagainya," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

Kedua saksi yang diperiksa hari ini adalah Kasubbag Pencalonan KPU Yulianto dan Kabag Teknis KPU Yuli Harteti. Keduanya diperiksa untuk tersangka Saeful.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Kempat tersangka itu yakni Wahyu Setiawan; Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu; Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai pihak swasta; dan Harun Masiku, yang diketahui sebagai caleg PDIP.

Kasus ini berkaitan dengan urusan PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas. Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Namun Harun diduga berupaya menyuap Wahyu, yang saat itu menjabat komisioner KPU, agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun.

ICW Laporkan Yasonna ke KPK, Diduga Rintangi Pencarian Harun Masiku:

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/dnu)