Diinginkan Jokowi, Sistem Senjata Otonom Dianggap Kontroversial

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 20:11 WIB
Jokowi dalam rapim di Kemhan (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin teknologi pertahanan RI diperkuat dengan pengembangan sistem senjata otonom. Sistem persenjataan otonom dikenal punya banyak keunggulan. Namun sistem ini juga dinilai kontroversial.

Dalam dunia industri militer, sistem senjata otonom dikenal dengan nama Autonomous Weapon Systems (AWS). Ada pula yang menjulukinya Autonomous Killing Robots. AWS ini kerap kita lihat dalam film-film perang atau film distopia, yakni ketika para manusia harus berperang melawan senjata pembunuh otomatis.

Seperti dikutip dari tulisan berjudul 'Autonomous Weapon Systems dan Legalitas Penggunaannya dalam Hukum Humaniter Internasional' karya Aulia Putri Yunanda, AWS merupakan sistem senjata yang memiliki sifat otonom dalam fungsi kritikalnya, sehingga memiliki kemampuan untuk mengendalikan gerakan, mendeteksi target, dan membuat keputusan untuk melakukan serangan tanpa campur tangan manusia.


Kemampuan canggih AWS ini ada karena tiga komponen penting yang terdiri atas sistem sensor, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan senjata. Sistem sensor digunakan untuk memperoleh gambar, data, atau informasi lain dari zona target. Biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih kamera yang beroperasi dan menghasilkan gambar dalam bentuk digital atau kompatibel dengan pemrosesan digital.

Sedangkan kecerdasan buatan diperlukan untuk memproses gambar atau data yang telah diperoleh, kemudian mendeteksi, mengenali, atau mengidentifikasi target berdasarkan karakteristik gambar atau kriteria identifikasi target.

Kemudian, ketika informasi sudah beres dianalisis, senjata akan melaksanakan keputusan yang diambil oleh komputer dan meluncurkan serangan ke sasaran tertentu dari target potensial, sesuai dengan seperangkat aturan yang telah ditentukan sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4