Indeks Persepsi Korupsi RI Naik 2 Angka tapi Pelemahan KPK Jadi Sorotan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 17:42 WIB
Ilustrasi protes terhadap revisi UU KPK (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia untuk 2019 naik dibanding angka pada 2018. Namun ada isu pelemahan KPK yang menjadi sorotan.

Dari laman resmi Transparency International, Kamis (23/1/2019), skor IPK untuk Indonesia pada 2019 adalah 40, sedangkan tahun sebelumnya pada angka 38. Dengan skor 40, Indonesia berada di urutan ke-85 dari 180 negara. Indonesia tercatat pada peringkat yang sama dengan Burkina Faso, Guyana, Kuwait, Lesotho, dan Trinidad and Tobago.

IPK atau CPI ini dihitung oleh Transparency International dengan skala 0-100, yaitu 0 artinya paling korup, sedangkan 100 berarti paling bersih. Total negara yang dihitung IPK atau CPI adalah 180 negara.


Dalam laporan lengkap Transparency International, Indonesia mendapatkan sorotan berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi pada 2019. Laporan itu menyebutkan soal paradoks yang terjadi terutama terkait KPK.

"The independence and effectiveness of Indonesia's anti-corruption commission, the KPK, is currently being thwarted by the government (Independensi dan efektivitas KPK saat ini tengah dirintangi pemerintah)," tulis laporan dari Transparency International itu, yang merujuk pada pemberitaan Asia Times dengan judul 'End of An Anticorruption Era in Indonesia' pada Januari 2020.

"With corruption issues in the limelight, Indonesia risks scaring off investors and slowing economic progress (Dengan isu korupsi yang menarik perhatian, Indonesia mengambil risiko menakuti investor dan memperlambat kemajuan ekonomi)," imbuhnya.

Laporan lengkap mengenai IPK ini bisa dicek langsung di sini.

Simak Video "Eks Ketua KPK Agus Rahardjo Ditunjuk Jadi Penasihat Kapolri"

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/fjp)