Kemenag Buka Lagi Seleksi Calon Mahasiswa S1 untuk Timur Tengah

Tasya Awlia - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 17:26 WIB
Kemenag Buka Seleksi Calon Mahasiwa untuk Timur Tengah (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Kementerian Agama RI kembali membuka seleksi calon mahasiswa S1 untuk kuliah di Timur Tengah untuk program beasiswa dan non beasiswa. Ada 3 negara tujuan yaitu Mesir, Sudan, dan Maroko.



Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag Arskal Salim mengatakan, proses seleksi rencananya akan dilaksanakan pada April 2020. Ada 160 kuota beasiswa S1 Mesir yang terdistribusi dalam 4 jalur, yaitu Kemenag 20 orang, Kedutaan Mesir 30, Pondok Pesantren Gontor 80, dan sementara kuota untuk beasiswa dari Sudan dan Maroko, diperkirakan masing-masing 20 orang.

Tahun 2020, Arskal meminta seleksi tetap berbasis komputer dengan lokal koneksi. Jadwal pelaksanaan seleksi tidak serentak, tapi dengan waktu berbeda antar satuan kerja penyelenggara. Hal ini untuk memberikan kemudahan kepada peserta dalam memilih beberapa alternatif pilihan lokasi.



"Kita harus menggali seluruh potensi yang kita miliki untuk menghasilkan hasil seleksi yang berkualitas yang akan membanggakan di masa yang akan datang," kata Asrkal seperti keterangan yang dikutip dari laman Kemenag RI.

Nantinya, selain tes tulis berbasis komputer dilakukan juga proses wawancara. Melalui wawancara diharapkan dapat menggali dan memastikan calon mahasiswa baru ke Timur Tengah ini terbebas dari ekstrimisme yang menentang ideologi negara. Sebab komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetapi menjadi penjara ajaran Islam yang moderat.



Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Kemenag M. Adib Abdushomad mengatakan seleksi calon mahasiswa ini bertujuan untuk menyaring lulusan Madrasah Aliyah/Pondok Pesantren atau sekolah potensial untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah. Tujuan lainnya, mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan Bahasa Arab dalam rangka melahirkan calon ilmuan yang mumpuni dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

Menurut Adib, untuk model seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersamaan namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda di masing-masing lokasi. Untuk detail jadwal akan diumumkan menyusul.

Simak Video "Deni Pemutilasi Wanita PNS Kemenag Bandung Divonis Mati!"

[Gambas:Video 20detik]

(erd/erd)