Sempat Delay 1 Jam, PM Hungaria Akhirnya Bertemu Jokowi

Andhika Prasetia, Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 17:11 WIB
Foto: Jokowi bertemu PM Hungaria (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orbán bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Pertemuan sempat tertunda sekitar 1 jam.

Orbán dan rombongan tiba di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020) pukul 16.38 WIB. Orbán kemudian menandatangani buku tamu di ruang kredensial.


Agenda berlanjut di meja oval Istana Merdeka. Jokowi sempat memberikan kalimat pengantar kepada Orbán dan delegasi.

Turut hadir dalam pertemuan ini yakni Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menlu Retno Marsudi.

Sempat Delay 1 Jam, PM Hungaria Akhirnya Bertemu JokowiFoto: Jokowi bertemu PM Hungaria (Andhika/detikcom)

Pertemuan sedianya digelar pukul 15.00 WIB. Namun tertunda karena pesawat yang dinaiki Orbán terlambat sekitar 1 jam dari Yogyakarta.

"Sore ini. Orban sudah di Yogyakarta. Dia semestinya bertemu presiden jam 3 tapi dimundurkan jam 4 karena pesawat terlambat dari Yogyakarta," kata Teuku, di Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Teuku mengatakan Hungaria sudah menanamkan beberapa investasi di Indonesia. Investasi tersebut mencakup pengelolaan air bersih, modernisasi rumah sakit, hingga sektor infrastruktur.

"Hungaria telah menanamkan beberapa investasi terkait pengelolaan air bersih dan rumah sakit, modernisasi rumah sakit. Jadi sudah selesai proyeknya itu dan mereka bermaksud ingin melanjutkan kerja sama tersebut dan juga perluasan peluang di sektor infrastruktur ya. Jadi ada mekanisme pengalokasian pendanaan untuk proyek-proyek infrastruktur," jelas Teuku.

Sempat Delay 1 Jam, PM Hungaria Akhirnya Bertemu JokowiFoto: Jokowi bertemu PM Hungaria (Andhika/detikcom)

Teuku menambahkan, rencana proyek air bersih tersebut akan dilakukan di 12 provinsi Indonesia. Kerjasama itu memiliki nilai sekitar 36 juta USD.

"Di 36 kecamatan dan 12 provinsi. Seluruh indonesia. Nilainya 36 juta usd ya.

(dkp/imk)