JK Cerita Gaya Diplomasi Bung Karno Paling Keras, Kalau Jokowi?

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 15:22 WIB
Mantan Wapres Jusuf Kalla (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Jusuf Kalla (JK) sedikit membocorkan tentang gaya diplomasi para Presiden Republik Indonesia (RI). Presiden pertama Sukarno disebut mantan wakil presiden (wapres) itu memiliki gaya diplomasi yang paling keras.

"Diplomasi kita terus berkembang sesuai dengan spirit pemimpin pada zamannya. Bung Karno menjalankan diplomasi yang keras. Bikin Nonblok," kata JK di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Sebelumnya, JK berada di kantor Kemlu untuk menerima penghargaan Dr Ide Anak Gede Agung karena dinilai gemilang dalam berdiplomasi. Lantas JK bercerita soal gaya diplomasi Presiden Soeharto yang lebih halus dibanding Bung Karno karena saat itu Indonesia tengah mengalami fase revolusioner pembangunan. Dalam pandangan JK, hal tersebut membuat Soeharto lebih kooperatif dalam berdiplomasi.

Lalu JK menyebut Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai presiden yang paling sering keluar negeri dalam satu tahun. Menurut JK, apa yang dilakukan Gus Dur tetap merupakan bagian dari diplomasi menjaga keutuhan negara. Setelahnya, dia menceritakan gaya diplomasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pak SBY itu diplomasinya kompromi. Karena itu, beliau menyebutkan seribu sahabat tanpa musuh. Orang dagang aja bilang seribu teman lebih baik daripada satu musuh, masih ada satu musuh. Tapi beliau tidak mau ada musuh, saya kira ini diplomasi yang paling susah," ujar JK.

Lalu yang terakhir gaya diplomasi Presiden Joko Widodo (Jokowi). JK mendampingi Jokowi selama lima tahun terakhir sebelum digantikan Ma'ruf Amin.

"Pak Jokowi lebih fokus ke diplomasi ekonomi. Kan sesuai sama zamannya. Saya bukan diplomat, tapi saya sebagai pejabat negara dan wapres harus berhubungan dengan negara lain," ucap JK.

Pada kesempatan yang sama, JK juga meminta maaf jika selama ini gaya diplomasinya kerap tidak sesuai dengan ketentuan Kemlu. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena latar belakang dirinya yang bukan seorang diplomat.

"Karena saya bukan diplomat, saya berbicara minta maaf jika dalam berdiplomasi hampir tidak selalu sesuai dengan pakem Kemlu atau diplomat pada umumnya sehingga saya sering ditegur sama Dubes yang bersangkutan..Pak tidak begitu caranya... ya kau perbaikilah itu caranya," sebut JK diikuti gelak tawa undangan yang hadir.

(dhn/dhn)