Kolom
Roulette PKS
Sabtu, 26 Nov 2005 19:16 WIB
Den Haag - Letusannya mungkin baru akan terjadi pada 2009, tapi itu sudah sangat telat. Sinyal kepedihan rakyat itu perlu direspon sekarang. Roulette politik PKS harus dihentikan.Sekali berarti, sudah itu mati ... (Chairil Anwar)Akankah nasib PKS seperti diilustrasikan sepotong syair di atas? Muncul sekejap, menjadi harapan jutaan orang (2004), sesudah itu sunyi ditinggal pergi? Tapi sudahkah PKS berarti? Statistik mungkin ya menunjukkan bukti, namun penderitaan rakyat akan menghapusnya seperti kayu kering dilalap api. Senin awal pekan ini, pengurus PKS Belanda menggelar diskusi terbuka di gedung ISR, Rotterdam, untuk meminta masukan dari masyarakat. Zainul Daulay (kandidat Phd hukum di Universitas Erasmus) dan direktur ICCN Dr. Sofjan S. Siregar juga diundang ke sana. Saya bilang, bahwa presiden SBY adalah orang baik. Bantu presiden mentransformasikan kebaikan pribadinya menjadi kebaikan kebijakan negara untuk rakyat. Tapi situasi sekarang memang sungguh sangat gawat dampaknya bagi posisi PKS. Rakyat menjerit, konstituen megap-megap. Sinyal lain: kalau selama ini PKS berada pada pemberitaan positif, kini pelan-pelan mulai masuk ke yang negatif. Ini semua perlu dikelola dengan baik, sebelum mengganas dan merugikan posisi PKS sendiri.Hulu dari semua itu adalah janji-janji semasa pemilu dan komitmen PKS masuk kabinet, mendukung SBY, yakni untuk membela kepentingan rakyat menuju kesejahteraan rakyat. Setelah berjalan, sudahkah kemitraan tersebut dapat mendekati mewujudkan komitmen PKS itu? Jawabnya rakyat lebih bisa merasakan, tanpa perlu penjelasan yang rumit. Air mata mereka, yang tercucur saat mengadukan beban hidup kepada Tuhannya, lebih jelas dari tinta dari India sekalipun.Presiden mengatakan gila kalau seorang presiden ingin membuat rakyat sengsara. Tidak ada pemerintah di negara kita yang ingin menyengsarakan rakyatnya. Tapi kenyataannya rakyat merasakan kesengsaraan maha dahsyat, melebihi zaman Megawati dan sebelumnya.PKS tidak bisa terus-terusan berdalih bahwa mereka tidak diajak bicara dalam menetapkan kebijakan pemerintah. Dalih semacam itu lama-lama akan menghancurkan kredibilitas PKS sendiri di depan mata rakyat, sebab bagaimana pun PKS saat ini adalah bagian dari pemerintah. Posisi PKS perlu diperjelas dengan konsekuensi yang jelas pula. Jika memang tidak dilibatkan dalam penetapan kebijakan, PKS perlu tanggap: lho, kalau begitu buat apa kita ada di sini dan untuk apa? Untuk dijadikan mitra sungguhan atau cuma banner pajangan?Dengan posisi seperti sekarang, yang remuk adalah citra PKS sendiri. Saat ini sudah muncul persepsi bahwa PKS plin-plan. Ini gawat. Sebab taruhannya adalah trust, kepercayaan. Jutaan bibit kepercayaan yang telah terlanjur tersemai akan mati seperti tauge tercabut dari tanahnya. Rakyat yang telah terlanjur menaruh harapan pada PKS, akan menilai partai ini sami mawon dengan partai-partai lainnya. Dari perspektif misi PKS sebagai partai dakwah, tentu kerugiannya akan jauh lebih parah lagi.Jadi, pada tahapan sekarang ini PKS perlu mengevaluasi: tetap bersama pemerintah dengan risiko dihukum rakyat pada 2009 atau bermufaroqoh (berlepas diri/berpisah) untuk berkonsentrasi pada cita-cita perjuangan.Daulay, kepada pengurus PKS dengan tegas malah menganjurkan agar PKS bersikap tegas kepada presiden bahwa situasi tidak bisa terus-menerus begini. Perhatikan kontrak politik atau PKS berlepas diri. Jika tuan mau kami tetap bersama, wujudkan. Jika tidak, lebih baik sampai di sini.Yang terjadi, kata Daulay, PKS sudah dimarginalkan dan sebaliknya justru Golkar yang kini lebih berperanan, padahal PKS dan Demokratlah yang berkeringat dalam mengantarkan SBY memegang kekuasaan. Meskipun di permukaan masih terlihat mesra dengan presiden, namun PKS pada hakikatnya sudah dipinggirkan dari istana ke Condet sana. Perkembangannya sudah bergeser dari asumsi-asumsi awal PKS memutuskan duduk di kabinet. Kebijakan pemerintah lebih berwarna Golkar, namun di mata rakyat itu adalah kebijakan PKS juga sebagai sesama orang pemerintah. Salah satu plester penyelamat adalah dengan menempati posisi Jaksa Agung. Dengan demikian kemitraan bisa lebih bermakna: PKS bisa membereskan kasus-kasus megakorupsi, bisa membuktikan kepada rakyat tentang komitmen politiknya, sekaligus mengumpulkan kredit yang bermanfaat untuk pemilu 2009. Jika keadaannya terus seperti sekarang, maka PKS bisa ditinggalkan orang pada pemilu 2009 mendatang. Keadaan seperti saat ini sama saja permainan roulette yang akan membunuh PKS sendiri. Kapan meletusnya, tinggal perkara waktu saja.Sekali berarti, sudah itu mati ...
(es/)











































