Ketua Komisi III soal Yasonna: Kami Separtai, Saya Salah Ngomong Bisa Di-bully

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 13:26 WIB
Ketua Komisi III Herman Hery (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi III DPR Herman Hery, yang berasal dari Fraksi PDIP, enggan mengomentari koleganya yang juga rekan separtai, Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), soal eks caleg PDIP Harun Masiku. Herman enggan berkomentar karena, bila salah ucap, malah di-bully (rundung).

"Ya zaman now siapa pun boleh menuduh apa saja, saya dengar begitu sebetulnya merinding juga, karena Pak Menteri teman saya, separtai lagi. Jadi kalau saya salah ngomong, nanti malah saya yang di-bully," kata Herman saat menjawab pertanyaan wartawan soal Harun Masiku di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Namun, atas dasar profesionalisme, Herman berkenan berkomentar soal kisruh simpang siur informasi yang disampaikan Kemenkum HAM. Menurutnya, sebagai sebuah lembaga, Kemenkum HAM kadang kala memiliki kelemahan.

"Tetapi kita fair saja, profesional, pertama, sistem dalam kelembagaan itu saya 15 tahun bekerja sama dengan Kemenkum HAM meskipun sudah berkali-kali berganti menteri. Memang dalam sistem kelembagaan itu ada banyak kelemahan, mulai SDM sampai sistem informasi atau teknologi," ucapnya.

Menurut Herman, masuk akal bila alasan Kemenkum HAM adanya disinformasi soal keberadaan Harun Masiku disebabkan teknologi baru. Jika ada unsur kesengajaan, dia berseloroh, hanya Tuhan yang tahu.

"Saya baca sepintas Dirjen Imigrasi mengatakan teknologi baru diinstal sehingga ada informasi yang salah, saya masuk akal, betul, bahwa kalau barang untuk mengakses, mengedit, dan macam-macam bisa sekian hari," ujar Herman.

"Bahwa seperti tadi yang dikatakan ada kesengajaan, itu hanya Tuhan yang tahu," imbuhnya.

Simak Video "Desak Yasonna Minta Maaf, Warga Tj Priok Ancam Demo Lebih Besar"

[Gambas:Video 20detik]