Perkuat Choke Point di Perbatasan, Prabowo Akan Perbanyak Kapal Perang

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 12:17 WIB
Prabowo saat mendampingi Jokowi di pameran alutsista (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Rapat pimpinan nasional di Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas salah satunya terkait keamanan perbatasan. Dalam jangka panjang, Menhan Prabowo Subianto disebut akan fokus memperkuat choke point atau titik sempit di berbagai wilayah Indonesia.

"Tadi kan juga disampaikan kebijakan misalnya Pak Prabowo fokus salah satunya penguatan choke point di banyak daerah dengan perbanyak kapal laut kita, kapal perang, dan kapal lainnya, tentu ini bukan pekerjaan jangka pendek tapi pekerjaan jangka panjang," kata jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Kerja sama pertahanan dan keamanan juga akan dilakukan di wilayah perbatasan. Hal itu, kata Dahnil, sesuai dengan masukan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi yang memberi masukan terkait pentingnya politik perbatasan.

"Tadi juga ada feeding dari Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) terkait politik perbatasan kita, diplomasi perbatasan kita, ini yang menjadi catatan untuk pihak Kementerian Pertahanan dan masukan bagi TNI," ujarnya.

Dahnil mengatakan dalam politik perbatasan, bukan saja diplomasi yang diperlukan. Kerja sama dalam pertahanan dan keamanan, kata dia, juga merupakan hal yang harus dilakukan untuk memperkuat wilayah perbatasan.

"Ini yang menjadi catatan untuk pihak Kemhan dan masukan bagi TNI bagaimana menjaga selain diplomasi tapi juga kerja sama pertahanan, kerja sama militer dan keamanan," pungkas Dahnil.

Simak Video "Jokowi ke Prabowo Soal Anggaran Kemhan: Jangan Ada Markup!"

[Gambas:Video 20detik]

(maa/mae)