Penemuan Tengkorak Siswi SMA yang Dibunuh Berawal dari Laporan Penculikan

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 22:48 WIB
Foto: Dok. Antara
Jakarta -

Polisi mengatakan terungkapnya kasus pembunuhan AA (15), siswi kelas X SMA 2 Rejang Lebong, Bengkulu, berawal dari laporan orang hilang. Keluarga korban melaporkan AA hilang dan mengaku sempat dimintai tebusan lewat pesan singkat.

"Ini benang kusut yang kita urai, makanya prosesnya agak panjang, hilangnya AA 8 November 2019, dilaporkan oleh keluarganya ke Polres itu Desember, dapat pelakunya Januari awal, dapat bukti pembunuhannya Januari akhir," jelas Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika kepada detikcom, Rabu (22/1/2020).

Keluarga AA, ujar Jeki, mengatakan penculik meminta uang Rp 100 juta. Permintaan itu dikirim lewat pesan singkat dari nomor AA.

"Memang orang tua korban sempat dimintai tebusan, jadi ini kita juga bisa kenakan pasal penculikan. Minta tebusan Rp 100 juta di waktu berdekatan dengan waktu Astrid hilang. Setelah itu kan barulah keluarga korban lapor ke kami," kata Jeki.

"Pelaku meminta tebusan ke keluarga korban pakai HP-nya korban. Ada di HP-nya korban itu (bukti pesan singkat minta tebusan)," imbuh Jeki.

Jeki juga mengungkapkan hasil pemeriksaan penyidik terhadap pelaku bernama Yongki. "Pengakuannya si Yongki juga dia minta tebusan, jadi ada persesuaian keterangan. Karena tidak digubris permintaan pelaku yang meminta tebusan, akhirnya dia melakukan pembunuhan," tutur Jeki.

Sebelumnya diberitakan, aparat gabungan TNI-Polri dipimpin langsung AKBP Jeki menemukan tengkorak kepala setelah menelusuri Sungai Air Merah pada Rabu siang tadi. Tengkorak itu diduga merupakan tengkorak AA, remaja yang hilang dari rumahnya sejak 8 November 2019 dan diketahui dibunuh oleh seorang pria berinisial Y.

Dilansir dari Antara, Rabu (22/1), tengkorak kepala korban ini ditemukan setelah dilakukan penelusuran Sungai Air Merah, yang jaraknya 1 kilometer dengan lokasi pembuangan jasad korban oleh terduga pelaku.

AA hilang setelah berpamitan kepada neneknya untuk mencetak kertas tugas sekolah di tempat fotokopi, yang tak jauh dari rumahnya. AA pergi dengan mengendarai sepeda motor merek Honda Scoopy warna hitam dengan nomor pelat BD-3640-KV.

Korban tinggal di bedengan bersama neneknya di Gang Palm, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur. Saat hilang, AA mengenakan pakaian kaus garis-garis merah, hitam, dan putih, kemudian menggunakan celana hitam serta jilbab hitam.

(aud/idn)