Round-Up

Rekan Diisukan Disandera, Brimob Ngamuk di Tempat Wisata

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 22:01 WIB
Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. detikcom)
Polewali Mandar -

Sejumlah anggota Brimob mendatangi Kawasan Wisata Salupajaang di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Mereka diduga memukul warga dan menodongkan senjata di lokasi.

Peristiwa itu terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Insiden itu diketahui terjadi di Kawasan Wisata Salupajaang, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (20/1/2020).

Diduga, keributan bermula saat salah seorang oknum Brimob yang datang bersama keluarga ke lokasi wisata kemudian dimintai uang tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Kemudian terjadi kesalahpahaman antara oknum Brimob tersebut dan pengelola.

"Oknum Brimob tersebut kemudian memukul salah seorang penjaga pintu masuk tempat wisata, termasuk warga lain yang hendak menghentikan aksinya," kata salah seorang warga, BH, kepada wartawan, Selasa (21/1).

Warga di lokasi yang resah atas tindakan oknum Brimob tersebut lalu melakukan perlawanan. Tak selang berapa lama, sejumlah oknum anggota Brimob lainnya datang berpakaian lengkap dan membawa senjata laras panjang.

"Selain memukul, mereka juga mengancam warga dengan menodongkan senjata api, puluhan tembakan juga dilepas ke udara, membuat banyak warga ketakutan," ujar BH.

Keributan mereda setelah ratusan warga bersama puluhan personel Polres Polewali Mandar dan Polsek Binuang mendatangi lokasi.

Rekan Diisukan Disandera, Brimob Ngamuk di Tempat WisataKapolres Polman dan Dansat Brimob Polda Sultra menemui warga seusai keributan di Kawasan Wisata Salupajaan. (Abdy F/detikcom)

Akibat kejadian ini, Kapolda Sulbar Brigjen Baharuddin Djafar akan memberikan sanksi kepada polisi yang memicu keributan. Djafar telah memerintahkan Dansat Brimob menarik semua anggota yang terlibat keributan. Mereka selanjutnya akan diperiksa di Propam Polda Sulbar. Djafar juga meminta maaf kepada warga atas insiden tersebut. Djafar mengatakan polisi seharusnya menjadi pengayom bagi masyarakat.

Selanjutnya
Halaman
1 2