Tuntut Perbaikan Manajemen, Relawan PMI Kota Yogya Demo
Sabtu, 26 Nov 2005 12:12 WIB
Yogyakarta -
Karena pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta dinilai tidak mampu menata organisasi dengan baik, relawan PMI Kota Yogyakarta menggelar aksi menuntut pengurus segera diganti. Mereka yang tergabung dalam Forum Relawan PMI Kota (Forkot) Yogyakarta itu menuntut agar pengurus periode 2000-2005 mengumumkan kepada publik dana yang diserap dari masyarakat.Aksi tersebut digelar bersamaan diselenggarakannya musyawarah cabang (muscab) di kantor PMI Kota Yogyakarta di Jl Tegalgendu, Kotagede, Yogyakarta, Sabtu (26/11/2005). Pada saat akan berlangsung muscab, sebagian relawan PMI memilih menggelar aksi di halaman kantor dan tidak mengikuti persidangan.Beberapa relawan ada yang menggelar aksi dengan menempel berbagai poster di tembok-tembok dan ruangan di sekitar kantor PMI. Beberapa orang lainnya memilihduduk di sekretariat Korps Sukarela (KSR) yang ada di dekat ruang rapat. Beberapa poster itu, antara lain bertuliskan "Relawan bukan sapi perah, Ganti pengurus PMI Kota yang profesional, Dana pembinaan relawan di mana?, Bulan dana itu untuk masyarakat bukan untuk penipu."Salah seorang pengurus PMR-PMI Kota Yogyakarta, Anggun Gunadi Yunanto di sela-sela aksi kepada wartawan mengatakan relawan menuntut adanya transparansikeuangan terhadap kepengurusan serta perbaikan manajemen. Sebab pengurus PMI periode 2000-2004 melakukan mismanajemen terutama dalam penataan organisasi dan sumberdaya manusia (SDM). Anggun kemudian mencontohkan kasus pembuatan laporan keuangan tiap tahun yang dibuat tidak semestinya dan banyak terjadi kesalahan, tetapi tidak dilakukanperbaikan oleh pengurus. Di sisi lain, relawan setiap mengadakan kegiatan selalu dituntut pengurus segera menyelesaikan laporan setelah kegiatan selesai. Namunmengapa pengurus tidak membuat laporan yang transparan dan baik ketika meminta dan menggunakan dana dari masyarakat. "Kami menuntut laporan keuangan diaudit, bila perlu laporan keuangan harus diumumkan kepada publik melalui media massa, karena PMI menerima dana darimasyarakat," kata Anggun.Sementara itu secara terpisah Ketua PMI Kota Yogyakarta, Sulanto Saleh Danu mengakui bila dalam kepengurusan saat ini ada kekurangannya. Namun pengurus berusaha untuk memperbaikinya secara bertahap. Justru pada periode pengurus saat ini terjadi peningkatan kesadaran masyarakat untuk membantu PMI. Pada bulan dana PMI tahun 2000, berhasil terkumpul dana Rp 36,8 juta, sedang tahun 2004Rp 102 juta. "Ini menunjukkan ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk membantu operasional PMI, meski masih ada keluhan masyarakat mengenai pelayanan yang kita berikan kurang memuaskan, kinerja PMI yang menurun dan sebagainya," kata Sulanto. Selain menggali dana masyarakat, kata Sulanto, PMI juga berusaha menambah penerimaan keuangan dengan mengembangkan berbagai unit usaha seperti toko swalayan, penyewaan mobil ambulans, aula, dan usaha fotokopi. "Namun bila masih ada yang menilai kami masih banyak kekurangan, itu aalah wajar dan kami berusaha memperbaikinya terutama untuk organisasi dan SDM," kata dia.
(asy/)










































