KPK soal Harun Masiku: Cuma soal Waktu, Banyak yang Petak Umpet Tertangkap

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 18:39 WIB
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menanggapi santai soal tersangka kasus dugaan suap Harun Masiku yang disebut sudah berada di Indonesia. Nawawi mengatakan pelarian Harun Masiku ini hanya soal waktu.

"Saya pikir soal pelarian si Harun ini hanya soal waktu. Kalau nggak datang sendiri, insyaallah pasti ketangkep," kata Nawawi kepada detikcom, Rabu (22/1/2020).

Nawawi menyebut selama ini banyak tersangka korupsi yang sembunyi dan melarikan diri tapi akhirnya tertangkap juga oleh KPK. Bahkan, menurut Nawawi, tak sedikit juga yang menyerahkan diri ke KPK.

"Sebelum-sebelumnya banyak juga sosok-sosok tersangka 'hebat dan berduit' kasus tipikor yang sempat petak umpet dengan KPK, melarikan diri, tapi pada akhirnya ketangkap juga atau bahkan datang sendiri menyerahkan diri ke KPK," ujar Nawawi.

"Saya masih tetap percaya kalau urusan si Harun ini, cuma soal waktu," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mengakui jika Harun Masiku sudah di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020 atau sehari sebelum OTT KPK. Padahal, pada Senin 13 Januari 2020 lalu, Ditjen Imigrasi menyebut Harun masih di luar negeri.

"Sudah masuk rupanya setelah kita dalami sistem itu sudah masuk," ucap Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie kepada detikcom, Rabu (22/1).

Ronny menyebut ada persoalan para perangkat yang ada di Bandara Soekarno-Hatta sehingga sebelumnya tidak diketahui kedatangan Harun itu.

"Memang ada delay time karena di (Terminal) 2F itu perangkat IT kita baru pasang di sana jadi ada delay time setelah kita dalami dan kita tahu sudah masuk tanggal 7 Januari 2020 yang lalu," imbuh Ronny.

Ronny mengatakan sampai kini Harun Masiku masih berada di Indonesia. Ronny menyerahkan semua urusan pencarian Harun ke KPK.

Harun saat ini berstatus buron KPK berkaitan dengan kasus suap dalam pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR dari PDIP. Harun disangkakan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan saat aktif sebagai Komisioner KPU. Wahyu dijerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020 atau sehari setelah Harun tiba di Jakarta.

Simak Video "Cerita Istri Dengar Kabar Harun Masiku Dikaitkan OTT Wahyu Setiawan"

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/dhn)