USBN Diganti US Mulai 2020, PGRI: Harus Ada Standardisasi di Sekolah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 13:38 WIB
Ketua PGRI Unifah Rosyidi (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) angkat bicara terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan diganti Ujian Sekolah (US) tahun 2020. PGRI berharap Ujian Sekolah tersebut harus ada standardisasi yang jelas di tiap-tiap sekolah.

"Posisi PGRI adalah kita perlu standardisasi, itu USBN misalnya standardisasi, nah USBN jangan sepenuhnya, nanti di sekolah tidak ada standarnya," ujar Ketua PGRI Unifah Rosyidi di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).


Unifah mengatakan standardisasi Ujian Sekolah sangat dibutuhkan. Menurutnya, setiap negara memiliki standardisasi ujian sekolah.

"Standardisasi itu tetap diperlukan untuk melihat jangan sampai di daerah yang dapat nilanya 10 misalnya tiba-tiba dites tidak bisa diterima. Biar bagaimana di negara-negara mana pun perlu ada standardisasi," ungkapnya.


Selain itu, Unifah menilai standardisasi US juga dapat memastikan posisi sumber daya manusia (SDM) siswa. Dia berharap penghapusan USBN bukan hanya dalam konteks desakan.

"Itu diperlukan untuk memastikan posisi SDM kita, karena kita mau meningkat kalau nggak ada standardisasi itu seperti apa. Jadi soal UN, kami ingin jangan hanya dalam konteks karena desakan untuk menghindar kemudian ya sudah, silakan," tutur Unifah.



Simak Juga Video "Dewan Pembina PGRI Minta Penghapusan UN Dimulai Tahun 2020"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2