Ucapan Yasonna Dinilai Massa Aksi 221 Priok Patahkan Upaya Bangun Stigma Baik

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 13:05 WIB
Orator aksi 221 Priok Bersatu saat aksi di depan Kemenkum HAM (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Ratusan warga Tanjung Priok siang ini berdemo di depan kantor Kemenkum HAM DAN menuntut Menkum HAM Yasonna Laoly meminta maaf atas ucapannya yang terkait Tanjung Priok adalah daerah miskin, kumuh, dan kriminal. Orator di mobil komando menyayangkan ucapan Yasonna tersebut.

"Yang kami sangat sayangkan adalah upaya kami sedang membangun stigma baik di kampung kami (Tanjung Priok). Kini justru Bapak patahkan," kata orator aksi berkemeja putih di atas mobil komando saat aksi di depan kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).


Dia juga mengatakan Tanjung Priok memang bukan kawasan yang sempurna. Namun, dia tidak sepakat bila kawasannya direndahkan.

"Benar kalau di kampung kami masih ada yang pengangguran. Tapi kalau dituduh kampung kriminal kami nggak terima!" tegasnya.

Dia berharap Yasonna untuk mau berkomunikasi dengan warga Priok. Dia pun mengajak Yasonna ngopi.

Massa 221 Priok Bersatu beraksi di depan Kemenkum HAMMassa 221 Priok Bersatu beraksi di depan Kemenkum HAM Foto: Massa 221 Priok Bersatu beraksi di depan Kemenkum HAM/Jefri detikcom

"Tidak semua wilayah di Tanjung Priok kumuh. Benar kata saya, Bapak butuh ngopi bareng kita. Kalau Bapak datang ke daerah Koja, di situ banyak tempat nongkrong, Pak. Kami di sana berbudaya," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meyakini bahwa kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Menurut Yasonna, semua pihak harus membantu menyelesaikan masalah tersebut.


"Crime is a social product, crime is a social problem. As a social problem, sebagai problem sosial, masyarakat kita semua punya tanggung jawab soal itu. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak di daerah miskin," kata Yasonna dalam sambutannya di acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan. (jef/azr)