Blak-blakan Raja Keraton Agung Sejagat

Toto Santoso Klaim Ratusan Warga Jadi Pengikut Tanpa Paksaan

Sudrajat - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 07:05 WIB
Toto Santoso 'Raja Keraton Agung Sejagat' (Citra Nur Hasanah / 20detik)
Jakarta - Toto Santoso yang menyebut dirinya sebagai Raja Keraton Agung Sejagat mengklaim tak pernah menekan dan memaksa warga agar mau menjadi pengikutnya. Ratusan warga dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang bergabung dengan Keraton yang dipimpinnya melakukan hal itu secara sukarela.

"Mereka yang ikut itu sebenarnya sudah tahu dan paham tentang saya. Selama ini kami tidak pernah menekan dan memaksa siapapun," kata Toto kepada Tim Blak-blakan detikcom di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (21/1/2020) malam.




[Gambas:Video 20detik]


Kalimat itu dia sampaikan saat ditanya soal pasal penipuan yang dikenakan penyidik kepadanya. Sebab dari temuan tim penyidik Mapolda Jawa Tengah dari sekitar 400 pengikut Keraton Agung Sejagat, ada yang harus menyetor uang jutaan rupiah kepada Toto dan permaisurinya, Fanni Aminadia. Mereka sampai melakukan hal itu karena iming-iming jabatan dan pendapatan dalam mata uang dolar AS.

Lelaki asal Wonosobo berusia 42 tahun itu menyatakan apa yang dia lakukan bersama pengikutnya sebetulnya bagian dari ekspresi kebudayaan. Apalagi kirab budaya yang digelarnya tidak sampai mengganggu arus lalu lintas karena cuma keliling kampung. Tapi karena ternyata dianggap kebablasan dan menimbulkan kehebohan yang mengganggu.




"Kami minta maaf khususnya kepada warga Desa Pogung Jurutengah, Bayan di Purworejo," ujar Toto.
Selanjutnya
Halaman
1 2