Ketua DPR: Omnibus Law yang Beredar Abal-abal, Jangan Terpengaruh

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 19:40 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (Zhacky/detikcom)
Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani angkat bicara soal beredarnya draf program omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja. Puan mengatakan hingga saat ini belum ada draf dari omnibus law yang diterima DPR dari pemerintah.

"Sampai saat ini belum ada draf yang disampaikan oleh pemerintah terkait omnibus law. Hanya saja, nantinya itu kalau memang draf tersebut sudah sampai di DPR, tentu saja saya akan meminta kepada komisi terkait untuk bisa mensosialisasikan dan kemudian menerima masukan dari pihak-pihak yang kemudian sekarang ini merasa bahwa hak-hak terkait dengan mereka itu tidak nantinya akan dirugikan," kata Puan di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).


Puan menyebut draf dari omnibus law yang beredar merupakan draf abal-abal dan tidak resmi dari pemerintah ke DPR. Dia mengaku tak tahu omnibus law yang beredar berasal dari mana sehingga menimbulkan salah persepsi.

"Namun yang saya bisa sampaikan di sini adalah jangan sampai kita terpengaruh oleh draf-draf yang kemudian abal-abal, dalam artian belum ada draf resmi yang disampaikan oleh pemerintah ke DPR terkait dengan omnibus law. Jadi kalau ada yang beredar itu saya nggak tahu dari mana asalnya atau berasal dari mana sehingga kemudian menimbulkan salah persepsi ataupun spekulasi yang tidak mendasar," ucap Puan.

Puan mengatakan masih meminta draf omnibus law terkait RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Perpajakan kepada pemerintah sehingga nantinya draf tersebut dapat diputuskan dalam rapat paripurna DPR.


"Saya sudah meminta kepada pemerintah untuk segera memberikan draf omnibus law terkait Cipta Lapangan Kerja dan perpajakan jadi semakin cepat pemerintah kemudian bisa memberikan draf tersebut nantinya setelah kemudian diputuskan dalam paripurna yang akan datang ini akan semakin baik," ujarnya.

"Karena sehingga tidak akan menimbulkan spekulasi atau salah persepsi dari masyarakat yang katanya sudah mempunyai draf dari omnibus law yang akan disampaikan pemerintah," imbuh Puan.

Sebelumnya, program omnibus law dengan menghasilkan RUU Cipta Lapangan Kerja terus ditentang. Draf RUU itu juga sudah tersebar ke banyak pihak. Setelah dicek, dalam draf RUU itu banyak salah ketik dan salah copy-paste.



Tonton juga video Buruh Tolak Omnibus Law, Moeldoko: Mereka Belum Diajak Bicara Substansi:

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/azr)