Komisi I Bisa Pecat Dewas TVRI Jika Prosedur Pemecatan Helmy Yahya Tak Benar

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 18:45 WIB
Komisi I DPR Bahas Pemecatan Helmy Yahya Bareng Dewas TVRI. (Lamhot Aritonang/detikcom)

Untuk menjernihkan polemik pemecatan Helmy Yahya, Effendi meminta digelar mediasi dengan Dewas TVRI. Dia juga mendorong diadakannya audit investigasi agar diketahui pembuktian pemecatan Helmy sesuai prosedur.

"Makanya, agar kita good governance, clear, Pak, kalau boleh, bukan pertemuan hari ini, kita ada pertemuan mediasilah, kita orang Timur, yang mana yang salah, mana yang bukan salah tapi disalahkan, ya nanti ketahuan dari hasil auditnya, Pak, bukan saya atau kami, tapi auditlah yang menentukan apa yang diduga oleh bapak di dalam poin-poin pemecatan tadi, memang kalau terbukti, kalau tidak terbukti, maka ini jadinya tindakannya kami mengambil juga sikap," ucap Effendi.

"Sebelum semua itu berjalan, saran saya, Pimpinan, ya dikembalikan dulu direksi yang dipecat tadi ke posisi semula dengan waktu satu bulan-dua bulan dilakukan proses audit itu," imbuhnya.


Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin sebelumnya menilai penyegelan ruang Dewas sebagai upaya penggiringan opini. Arief mengatakan opini sengaja dibentuk agar pihak yang berseberangan dengan Dewas mendapat simpati dari publik.

"Sehingga, walaupun ada yang menyegel dan sebagainya, saya rasa itu penggiringan opini, yang sifatnya adalah untuk mendapat simpati di media. Kami ini bukan selebriti, kami hanya menjalankan tugas," kata Arief dalam rapat dengar pendapat tersebut.
Halaman

(rfs/idh)