Awas! Polusi Udara dalam Rumah Bisa Lebih Tinggi dari Luar Ruangan

Akfa Nasrulhak - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 15:22 WIB
Foto: Panasonic
Jakarta -

Tahukah Anda bila manusia menghirup oksigen 18 kg per harinya? Untuk itu menghirup udara yang berkualitas sudah menjadi keharusan apabila tidak ingin terkena penyakit pernapasan.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr. Agus Dwi Susanto mengatakan udara yang kotor akan berdampak bagi tubuh manusia. Salah satu penyebab udara kotor adalah polutan, dan salah satu polutan yang terkenal adalah PM 2.5 yang ukurannya sama dengan 1/30 diameter rambut sehingga mudah masuk ke paru-paru dan pembuluh darah

"Baik di luar maupun dalam ruang, PM 2,5 dapat memiliki dampak yang sama terhadap kesehatan jika dihirup secara berlebihan," ujar Dr. Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (21/1/2020).

Gangguan kesehatan yang muncul dari polutan ini seperti iritasi dan keluhan infeksi saluran napas atas seperti bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk berdahak, tahap lanjutannya akan menimbulkan penurunan fungsi imunitas yang membuat tubuh lebih rentan terhadap masuknya bakteri dan virus dan akhirnya meningkatkan risiko terkena ISPA.

Efek lanjut dari iritasi ini adalah meningkatkan terjadinya serangan penyakit pada pasien yang memang memiliki penyakit pernapasan, seperti asma, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) bahkan bisa berkembang menjadi kanker paru, atau meningkatnya resiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke.

Namun apakah Anda mengetahui polusi di dalam ruangan bisa 2-5 kali lipat lebih tinggi daripada di luar ruangan? Hal ini terjadi karena adanya aktivitas merokok di dalam rumah, lalu menutup rapat pintu dan jendela, malas membersihkan rumah, saringan udara AC yang jarang dibersihkan, dan juga menyimpan barang-barang yang tidak penting.

Lantas, bagaimana cara menjaga rumah tetap memiliki udara yang berkualitas sehingga tidak terjangkit penyakit-penyakit yang disebabkan oleh udara yang kotor?

Anda bisa memulainya dengan membersihkan rumah Anda untuk menghasilkan udara yang berkualitas. Dimulai dari membersihkan karpet dengan penyedot debu 1-2 minggu sekali, lalu bersihkan juga tempat tidur, tirai, sofa, dan barang-barang lainnya yang rentan berkembang tungau dan debu. Selanjutnya Anda bisa menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai, dan juga meletakkan tanaman hijau di luar ruangan, karena bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur.

Cara lainnya adalah Anda harus memperhatikan sirkulasi udara di dalam ruangan. Jangan lupa juga untuk membersihkan dan mengganti penyaring udara pada AC secara teratur setidaknya 1-3 bulan sekali.

Hal lainnya yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan Air Humidifier di ruangan yang lembab untuk mencegah tumbuhnya jamur, dan yang terakhir gunakan air purifier atau pembersih udara dengan kualitas terbaik untuk menghilangkan debu, serta menghambat bakteri dan virus.

Dalam menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap baik, Anda juga bisa mempercayai Panasonic dengan kecanggihannya. Panasonic memiliki teknologi nanoe yang akan menjawab kebutuhan udara bersih dan segar. Cara kerja dari teknologi ini adalah dengan mengubah partikel air di udara menjadi berukuran nanometer secara elektrostatis.

Saat ini Panasonic telah mengembangkan teknologi nanoe menjadi nanoe - G dan nanoeTM X. Nanoe-G merupakan teknologi pemurnian udara yang sangat efektif untuk menghilangkan debu di udara hingga PM 2,5 sehingga teknologi ini sangat cocok untuk mencegah dari resiko ISPA dan bagi penderita ASMA.

Sedangkan untuk NanoeTM X merupakan pengembangan teknologi permurnian udara yang terbaru dari Panasonic yang dapat memberikan 7 manfaat yaitu mengurangi bau tidak sedap, menghambat perkembangan bakteri, jamur, alergi, serbuk sari, material berbahaya, dan selain itu dapat juga melembabkan kulit dan rambut.

AC Panasonic 2 in 1 ini selain bisa menyejukkan ruangan juga bisa memurnikan udara karena adanya teknologi nanoe. Anda pun bisa menyalakannya sesuai kebutuhan yakni memurnikan udara di ruangan meskipun pendingin mati hanya dengan mengaktifkan mode nanoe di remote dan Konsumsi listrik pun rendah hanya 25 watt/jam.

Untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi ini dan juga produk dari Panasonic, Anda bisa kunjungi website resmi Panasonic.



Simak Juga "Parahnya Kualitas Udara di Bosnia"

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)