Mahasiswi UIN Makassar Pernah Curhat Diperkosa Kekasih Sebelum Dibunuh

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 14:36 WIB
Polisi menggelar rekonstruksi kasus Asmaul Husna (21), mahasiswi UIN Alauddin, Makassar yang dibunuh kekasihnya. (Hermawan M/detikcom)
Makassar - Polisi menggelar rekonstruksi kasus Asmaul Husna (21), mahasiswi UIN Alauddin, Makassar, yang dibunuh kekasihnya, Andi Ridhayatul Khaer (21). Polisi menyebut tak ada fakta baru dalam rekonstruksi.

Namun tante korban, Mardini (41), mengatakan Asmaul Husna pernah curhat kepada dua orang seniornya soal dirinya diperkosa oleh tersangka Andi Ridhayatul Khaer meski hubungan keduanya sebagai kekasih. Mardini mengindikasikan hubungan yang menyebabkan korban hamil tidak didasari suka sama suka.

Mardini mengatakan sebagaimana curhat korban kepada seniornya, dugaan pemerkosaan itu terjadi setelah tersangka Ridhayatul meminta korban datang ke rumah tersangka hingga terjadi pemerkosaan. Kejadian tersebut disebut Mardini kemudian diceritakan korban kepada seniornya lewat pesan WhatsApp pada 27 Agustus 2019.

"Ada chat WA (WhatsApp) tanggal 27 Agustus (korban). Dia chat temannya, bilang hancur ka ini, dijebak ka, dicekik ka, disuruh ke rumahnya, pas dia bilang ketok pintu tapi dia (tersangka) ndak menyahut," ujar Mardini kepada wartawan pasca-rekonstruksi di lokasi pembunuhan, Perumahan Citra Elok, Manggala, Selasa (21/1/2020).

Mahasiswi UIN Makassar Pernah Curhat Diperkosa Kekasih sebelum DibunuhPolisi menggelar rekonstruksi kasus Asmaul Husna (21), mahasiswi UIN Alauddin, Makassar, yang dibunuh kekasihnya. (Hermawan M/detikcom)


"Pas saya masuk, ternyata dia (tersangka) tidak tidur. Langsung dia kunci pintu, baru langsung dia cekik leherku, baru dia kasi belakang tanganku, baru dia paksa buka bajuku," sambung Mardini.

Mardini mengatakan senior korban saat mendengar pengakuan korban lantas meminta korban tidak melanjutkan ceritanya. Senior korban juga meminta korban memutuskan hubungannya dengan tersangka.

"Dia bilang mi itu seniornya, saya tauji dek yang kau maksud. Sudah mi, jangan mako sampaikan. Tinggalkan mi itu, dia kasi begitu ko," ujar Mardini menirukan cerita senior korban kepada korban.

Hubungan korban dengan tersangka sejak saat itu, disebut Mardini, membuat korban enggan bertemu dengan tersangka. Namun korban, kata Mardini, kembali mendekati tersangka pada Oktober 2019.

"Menurut ceritanya seniornya renggang mi itu antara bulan 9 (September), maksudnya tidak pernah mi ketemu, ndag mau mi ketemu. Tapi pas bulan 10 (Oktober) mungkin dia tahu mi dirinya hamil, mendekat mi lagi toh, untuk minta pertanggungjawaban," ujar Mardini.

Berdasarkan pengakuan korban kepada seniornya tersebut, Mardini mengaku pernah meminta polisi untuk mengusut dugaan pemerkosaan tersebut agar jika terbukti, tersangka dihukum pasal berlapis.

"Saya sudah tanya (polisi) bisa ndag dicari kembali itu WA (pesan WhatsApp) yang dihapus tanggal 27 Agustus itu, bisa ndag," pungkas Mardini.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu, 14 Desember 2019, warga Perumahan Citra Elok geger oleh penemuan mayat Asmaul Husna (21) dengan wajah tertutup bantal. Korban yang tinggal di rumah tantenya itu ditemukan oleh sepupu korban, Satriani, yang lantas memberi tahu Miftahul Nur, sepupu lelaki korban.

Polisi yang mendatangi lokasi kejadian lantas melakukan olah TKP. Pacar korban, Ridhayatul alias Ridho, juga datang ke lokasi. Polisi lalu membawa Ridho ke Polsek Manggala untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Saat itu Ridho mengaku sebagai pembunuh korban. Ridho juga mengakui membunuh korban karena terlibat perdebatan soal kondisi korban yang sedang berbadan dua.



Simak Juga Video "Sakit Hati Korban Hamili Istrinya Jadi Motif Pembunuhan di Gresik"

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)